Liputan Khusus
Ada Rambu Dilarang Lewat, Warga 'Ngeyel' Melintas di Proyek Tol Madiun
Warga sekitar menggunakan jalan tol untuk menuju ke arah barat hingga belasan kilometer.
“Kalau biasanya mereka melintas di situ, ya kita sediakan,” tambah dia.
Warga bisa masuk ke jalan tol via akses Nglames karena tak ada penutupnya hingga pertengahan pekan lalu.
Pembangunan gerbang tol masih belum rampung.
Palang pintu di gerbang tol juga masih belum tersedia, sehingga kendaraan warga bisa melintas menuju tol secara leluasa.
Di beberapa titik jalan tol dan ujung tempat warga melintas, petugas perpakaian proyek terlihat mengatur jalan.
Di titik pertemuan salah satu desa, dua orang petugas tampak mengatur kendaraan agar tak sama-sama melintas dari arah berlawanan.
Pemandangan serupa juga terlihat di akses masuk tol via Wilangan yang cukup lebar. Aktivitas para pekerja pun tampak padat.
“Yang saya takutkan jika lebaran tahun ini Tol Wilangan-Kertosono belum bisa tersambung secara fungsional. Jika demikian, saya akan memberi perhatian khusus di exit Wilangan,” katanya.
Perhatian khusus itu untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan yang mengatre masuk ke tol.
Selain itu, ada sebidang lahan yang belum berhasil dibebaskan.
Luas lahannya sekitar 3.500- 4.000 meter persegi.
Lokasinya berada di tengah akses masuk gerbang tol Madiun di Nglames.
Menurut Iwan, tanah tersebut dulu dibeli secara swadaya. Pemiliknya pun banyak orang.
“Sekarang kita harus cari siapa-siapa saja yang dulu urunan. Nanti kita cari, untuk kita berikan ganti rugi,” ungkapnya.
Meski berada di tengah jalan menuju akses masuk gerbang tol, lahan itu tak terlalu mengangganggu aktivitas kendaraan nantinya.
Bahkan, menurut Iwan, tol masih bisa dioperasikan meskipun lahan tersebut tersebut belum terbebaskan.
Saat ini lahan itu dikelilingi dengan dinding-dinding tak permanen dan berdiri beberapa warung. (Aflahul Abidin/M Taufik)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/jalan-tol-madiun_20180117_071016.jpg)