Kampung Lawang Seketeng Peneleh
Bakcang Peneleh Ada sejak 38 Tahun Lalu, kini Dikenal hingga Australia dan Jerman
Di dapur tersebut akan terlihat puluhan bahkan ratusan makanan terbungkus daun berbentuk segitiga digantungkan, yaitu Bakcang, makanan khas Tionghoa.
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Memasuki kawasan Peneleh tepatnya pada bangunan nomor 92 terlihat rumah lama berdiri. Untuk memasuki rumah tersebut harus melewati taman pekarangan kemudian terus masuk ke rumah hingga menuju dapur.
Di dapur tersebut akan terlihat puluhan bahkan ratusan makanan terbungkus daun berbentuk segitiga digantungkan.
Yaitu Bakcang, makanan khas masyarakat Tionghoa yang terbuat dari ketan dan berisi daging cincang yang dikonsumsi saat usai sembayang Bankcang itu .
Wiwik, atau Oei Kung Giok (44) merupakan generasi kedua pembuat Bakcang Peneleh tersebut.
Cita rasa yang khas dalam menjaga kualitas resep ibunya tersebut membuat Bakcang buatannya masih menjadi favorit dikalangan pecinta Bakcang.
Pelanggannya juga tak hanya warga Tionghoa yang menggunakan Bakcang sebagai makanan dalam perayaan hari-hari besar Tionghoa, melainkan sudah berkembang menjadi masyarakat umum.
’’Ada yang beli untuk dikonsumsi sendiri. Ada pula yang tengkulak untuk dijual lagi,’’ ujar Wiwik.
Rumah keluarganya di jalan Peneleh tersebut kini menjadi rumah produksi Bakcang.
Untuk membeli Bakcang, pengunjung harus masuk dengan disambut bunyi bel otomatis di pintu masuk.
Untuk memproduksi kue tersebut, Wiwik tidak sendiri, dia dibantu dua pekerja.
Berbagai varian ia kembangkan untuk menjaga kualitas dan mengembangkan produknya.
Mulai dari Bakcang spesial, bakcang babi, bakcabg ayam dan vegetarian. Dalam sehari dia bisa membuat 200 kue.
Saat perayaan Duan Wujie, tradisi masyarakat Tionghoa untuk melakukan sembahyang bakcang dan perahu naga, produksinya bisa meningkat hingga 2000 kue.Tahun ini Duan Wujie jatuh pada 18 Juni.
’’Untuk hari khusus itu saya mempekerjakan oranh tambahan lagi. Apalagi banyak pesanan ke Bali,Jakarta dan Balikpapan saat h-4,’’ katanya.
Ia menambahkan, bagi pengunjung yang beragama muslim tak perlu khawatir, karena mulai dari tata cara proses memasak, bahan-bahan dan peralatan, hingga kokinya dibedakan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/makanan-bakcang_20180116_215641.jpg)