Profil
Kapok Terjebak Macet, Gadis Manis Ini Ogah Rayakan Tahun Baru di Luar Kota
Sejak itu, Rani dan keluarganya tak pernah lagi bepergian ke luar kota saat pergantian tahun.
Penulis: Achmad Pramudito | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id | SURABAYA - Ada saran dari Rani Oktavia Putri yang patut dipertimbangkan bagi mereka yang mau merayakan pergantian tahun ke luar kota.
“Agar bisa menikmati suasana tahun baru dengan tenang dan sesuai rencana, sebaiknya jangan berangkat pas tanggal 31 malam. Sebaiknya berangkat lebih awal, maksimal tanggal 30 Desember.”
Bukan tanpa alasan Rani melontarkan usulan tersebut.
Sekitar lima tahun silam, dia dan keluarganya diajak oleh teman-teman papanya untuk merayakan tahun baru di Batu.
Waktu itu, mereka berangkat tanggal 31 sore.
“Niatnya sih pas puncak pergantian tahun kami tiup terompet bareng di Batu,” tuturnya.
Sayang rencana tinggal rencana. Karena, mereka tak bisa sampai lokasi tujuan pada waktu yang ditentukan.
Penyebabnya, mereka terjebak kemacetan panjang.
“Macetnya parah nggak karuan, sehingga mobil yang kami naiki tidak bisa jalan sama sekali,” ungkap anak pertama dari dua bersaudara ini.
Alhasil, Rani dan keluarganya hanya bisa menyaksikan semburat kembang api di puncak pergantian tahun itu dari dalam mobil.
“Kami jengkel banget lantaran pantat sudah panas duduk di dalam mobil berjam-jam lamanya. Selain itu juga kelaparan,” bebernya mengenang peristiwa getir itu.
Sejak itu, Rani dan keluarganya tak pernah lagi bepergian ke luar kota saat pergantian tahun.
“Kalau pun memang niat ke luar kota ya diniati berangkat lebih awal banget,” tegas Media Relations Royal Plaza Surabaya ini.
Menurut Rani, kalau pun ada keinginan merayakan tahun baru ke luar kota biasanya mereka pilih Bali.
“Pulang kampung halaman. Karena mama sebenarnya orang Bali tulen,” cetusnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/rani-oktavia-putri_20171228_075054.jpg)