Jumat, 1 Mei 2026

Berita Surabaya

Jadi Bandit Jalanan Demi Beli Susu Anak! Begini Aksi Komplotan Curanmor di Surabaya

Berdalih untuk beli susu anak, para pencuri motor di Surabaya ini melancarkan aksinya yang meresahkan. Begini pengakuan mereka...

Tayang:
Penulis: Fatkhul Alami | Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/fatkhul alami
Pelaku Ardian Siswoko (pakai baju tahanan) saat mempraktikan aski pencurian sepeda motor. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sindikat pencurian sepeda motor (curanmor) dibongkar Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Empat orang anggota komplotan ini telah dijebloskan ke sel tahanan Mapolres Surabaya.

Lima pelaku yang diringkus adalah Anang Fauzi (41), Muhammad Choirul Alam (39), Wahyu Gading Utomo (30), dan Gilang Pranata (23) dan Ardian Siswoko (35) . Semuanya warga Jl Candi Lontar Surabaya.

Mereka diringkus setelah tim Anti Bandit Polrestabes Surabaya menangkap Ardian Siswoko alias Dian.

Dia ditangkap di Jl Kedung Cowek Surabaya pada 18 Desember 2017 saat mengendarai sepeda motor hasil curian yang pelat nomornya sudah diganti.

"Setelah dikembangkan, kami mengamankan empat pelaku lainnya yang satu jaringan," kata Wakasatreskrim Polrestabes Surabaya, Kompol I Dewa Gede Juliana, Kamis (28/12/2017).

Dewa menjelaskan, para pelaku merupakan sindikat pencurian sepeda motor dari jaringan yang dikomandoi Ardian Siswoko.

Mereka sedikitnya sudah melakukan aksi curanmor sebanyak lima kali di berbaghai tempat di Surabaya.

Dia merupakan eksekutor pencurian sepeda motor dengan cara merusak kunci kontak menggunakan kunci T.

Sementara Anang dan M Choirul berperan mengawasi agar pencurian yang dilakukan Ardian berjalan lancar.

Pelaku Wahyu berperan memberi informasi dan sekaligus ikut menjual sepeda motor hasil curian.

Selain itu, pelaku Gilang Pranata berperan mengganti pelat nomor sepeda motor hasil curian dengan pelat nomor palsu.

"Empat pelaku ditangkap di rumahnya masing-masing," jelas Dewa.

Ardian mengaku, motor curian selalu dijual ke Madura. Satu motor biasa laku terjual Rp 3 juta sampai Rp 4 juta. Setelah motor terjual, uang dibagi ke pelaku lainnya.

"Saya mencuri karena tidak memiliki pekerjaan tetap. Saya punya keluarga dan anak, sehingga butuh biaya," kata Ardian.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved