Kamis, 9 April 2026

Berita Surabaya

Dewan Berang, Proyek JLLB Berjalan Lambat, Pemkot: Dari 450 Persil Lahan Baru Terbebaskan Segini

Pembangunan proyek Jalur Lingkar Luar Barat (JLLB) di Surabaya terancam terbengkalai. Proyek direncanakan sejak 2007 belum terealisasi.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Parmin
surya/nurani faiq
HEARING JLLB - Katua Komisi C DPRD Surabaya Syaifudin Zuhri saat mempertanyakan lambannya penuntasan proyek JLLB, Kamis (21/12/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pembangunan proyek Jalur Lingkar Luar Barat (JLLB) di Surabaya terancam terbengkalai. Proyek yang sudah direncanakan sejak 2007 ini hingga kini belum terealisasi. Padahal sudah ratusan miliar dianggarkan khusus untuk proyek ini.

Kini proyek itu hanya dari sisi Selatan yang mulai disentuh. Selebihnya mandek. Bahkan masalah klasik muncul yakni masih ada ratusan lahan yang belum dibebaskan.

Kondisi terkini itu terekam saat Bagian Perencanaan Dinas PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya, yang diwakili Farhan, menjelaskan kondisi terkini. 

 "Total kami harus membebaskan 450 lahan persil warga. Sampai saat ini baru 140 lahan yang kami bebaskan dan sudah terbayar," jelas Farhan saat hearing di Komisi C DPRD Surabaya, Kamis (21/12/2017).

 Selain dari Dinas PU Bina Marga dan Pematusan, hadir pula dalam hearing itu Bappeko serta sejumlah pengembang yang ikut membantu terwujudnya JLLB. Jalur lingkar penghubung  wilayah Surabaya Barat ke akses tol Romo Kalisari.

 Jalur melingkar itu membentang sepanjang 18 KM mulai dari Sememi hingga Romo Kalisari.

Para pengembang sekitar 10 pengembang di bawah Citraland punya kepentingan sehingga mereka ikut membantu di areal mereka. 

Sayang, Citraland sendiri tidak hadir dalam hearing terkait perkembangan Pembangunan JLLB itu.

Selain pengembang ada juga pihak ketiga lain yakni Pelindo III. BUMN ini berkepentingan untuk membangun fly over penghubung Pelabuhan Teluk Lamong ke JLLB

 Karena tidak ada perkembangan signifikan, Ketua Komisi C Syaifudin Zuhdi dan semua anggota Komisi C kecewa. Apalagi mendengar masin ada 210 lahan yang belum dibebaskan.

"Iki Dinas PU nyambut Gawe apa tidak," reaksi Syaifudin.

Bahkan Anggota Komisi C yang lain, Riswanto, bahkan mengaku kecewa telah menganggarkan 250 miliar untuk JLLB.

"Tiga tahun JLLB dibicarakan tapi situasinya seperti ini. Jangan-jangan ada yang ditutup-tutupi," kata Riswanto. 

Forum menjadi memanas karena Komisi C meminta progres terkini. Jalan yang membentang 18 KM itu berapa tanggungan dan kewajiban Pemkot dan berapa yang dibangun pihak swasta. 

Mendengar pertanyaan ini, Farhan dari Perencanaan Dinas PU tak bisa menjawab. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved