Kamis, 30 April 2026

Berita Surabaya

SMK di Jawa Timur Dominasi Perolehan Akreditasi A

Akreditasi ini sebagai capaian standar dan kualitas pendidikan dari berbagai segi kelengkapan sekolah.

Tayang:
Penulis: Rorry Nurwawati | Editor: Titis Jati Permata

Penilaian itu meliputi standar isi, proses, kompetensi, pendidik, sarana, pengelolaan, biaya dan nilai.

Sekretaris BAP S/M Jatim, Muji Raharjo menambahkan, sasaran akreditasi tahun ini mencapai 8.299 sekolah.

Secara rinci, mulai jenjang SD/MI sebanyak 4.290 lembaga, SMP/MTs 2.063 lembaga, SMA/MA 861 lembaga dan SMK 1.085 program keahlian.

“Sekolah harus puas dengan hasil akreditasi yang sudah ditetapkan. Mereka baru boleh mengajukan lagi akreditasi selama dua tahun mendatang,” tutur Muji.

Tahun ini,lanjutnya, terdapat sejumlah pembaharuan dalam instrument akreditasi.

Hal itu menjadi alasan bagi sekolah kurang siap menghadapi proses akreditasi.

Di sisi lain, sekolah yang menjadi sasaran akreditasi juga tidak mendapat sosialisasi.

“Sebelum visitasi akreditasi itu kami tidak boleh melakukan sosialisasi ke sekolah,” tuturnya

Sekolah-sekolah yang hasil akreditasinya rendah, lanjut dia, membutuhkan pendampingan untuk dapat mendapatkan hasil yang lebih baik.

Khususnya bagi SMK yang cukup dinamis dengan perubahan jurusan maupun program keahliannya.
“Jurusan di SMK ini banyak yang baru,” katanya.

Program keahlian yang baru, lanjut dia, baru boleh mengikuti akreditasi setelah meluluskan satu angkatan.
“Biasanya pada lulusan pertama itu siswanya akan menginduk ke sekolah lain untuk mengikuti ujian nasional,” tutur Muji.

Kendala lain yang terjadi dalam proses akreditasi ialah terdapat pada sistem penilaian akreditasi (Sispena) yang sulit diakses.

Terlebih pada wilayah yang sulit terhadap jaringan internet. Catatan lainnya, asesor juga belum menguasai IT dengan baik, khususnya asesor pada jenjang SD/MI.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved