Minggu, 26 April 2026

Lapor Cak

Sudah Ada Parkir Meter di Taman Bungkul Surabaya, Jukir Masih Tarik Tarif Lebih Mahal

Sebanyak sepuluh unit mesin parkir elektronik sudah terpasang mengelilingi Taman Bungkul.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Titis Jati Permata
SURYA Online/Sugiharto
Parkir Meter yang terpasang di Taman Bungkul, Surabaya, Sabtu (16/12/2017) 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sebanyak sepuluh unit mesin parkir elektronik sudah terpasang mengelilingi Taman Bungkul.

Pada Minggu (17/12/2017) pagi, penggunaan alat parkirmeter ini bahkan dilakukan soft launching oleh Dinas Perhubungan Kota Surabaya,

Namun sayangnya, alat tersebut belum dipergunakan maksimal.

Siang hari, alat tersebut tidak dimanfaatkan dalam pelayanan parkir.

Juru parkir yang ada di sana juga masih melayanai parkir secara manual.

Seperti yang diamati SURYA.co.id siang tadi.

Di sana, setiap ada warga yang parkir, mereka akan diberikan karcis resmi dari Dinas Perhubungan.

Dalam karcisnya bertuliskan tarif parkir sebesar Rp 2.000 untuk sekali pakir.

Namun saat akan meninggalkan lokasi parkir, jukir justru menarik tarif parkir sebesar Rp 3.000 para warga yang parkir di lokasi tersebut.

Seperti yang dialami oleh Thariq Dwi Guntoro, pengunjung Taman Bungkul, Minggu (17/12/2017) siang.

Ia yang datang bersama istri dan anaknya tersebut memarkir kendaraan roda duanya di Taman Bungkul sisi barat.

"Dikasih karcis kok. Tapi ditarik Rp 3.000," kata Thariq.

Ia mengaku tidak mau berdebat untuk meminta penurunan tarif.

Namun ia sempat bertanya tentang tarif yang berlaku seharusnya Rp 2.000 sebagaimana yang ada dalam papan pengumuman parkir kawasan Taman Bungkul.

"Tapi saya sempat tanya mesin parkir yang ada di depan motor saya itu apa, tapi katanya belum berlaku. Katanya baru berlaku mulai awal tahun depan. Ya sudah saya sudah tidak tanya lagi," katanya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved