Berita Surabaya
Pameran Karya Seni dan Daur Ulang dari Limbah Alam di Cito, Ada Tas Cantik dari Kertas Semen
Pameran ini berlangsung di atrium City of Tommorow, Surabaya, Jumat (15/12/2017).
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Asosiasi Pengusaha dan Pecinta Bunga Kering dan Buatan Indonesia (Aspringta ) menyelenggarakan Gelar Karya Pameran dan Pelatihan Seni Kerajinan Bunga dari Limbah Alam.
Pameran ini berlangsung di atrium City of Tommorow, Surabaya, Jumat (15/12/2017).
Puluhan anggota ikut serta dengan menampilkan kerajinan tangan unik dari berbagai media seperti daun kering, tulang belulang, kertas semen bekas yang buat tas, bros, dan suvenir cantik.
Ketua Aspringta Safni Yeti menerangkan pameran ini bagian dari promosi kerajinan lokal.
"Sebagian besar di komunitas ini anggotanya adalah perempuan. Kami ingin bekerjasama membangkitkan ekonomi dan memberdayakan perempuan. Terlebih kami memiliki kesamaan di bidang kerajinan. Kami lihat peluang untuk jadi produk di pasaran juga cukup bagus," katanya.
Sebelumnya, Aspringta merupakan komunitas pemanfaatan daun kering sebagai kerajinan.
Namun sekarang sudah berkembang di bagian tumbuhan lain. Seperti akar, daun, dan batang.
Komunitas ini berdiri sejak tahun 70-an dan kini memiliki 50 anggota.
Mereka menyelenggarakan event empat kali dalam tiga bulan, di antaranya sosialisasi dan gelar karya.
Salah satu produk menarik yang ditampilkan dalam pameran ini, kerajinan terbuat dari kertas semen.
Ada dompet, tas, bahkan lukisan dari media kerta semen.