Jumat, 24 April 2026

Berita Surabaya

DKS Tergusur Pembangunan Gedung Dewan, Seniman Diminta Tak Somasi, Pemkot Punya Solusi seperti ini

Ketakutan para seniman Surabaya akan tergusur terkait pembangunan gedung baru DPRD Kota Surabaya ditampik Pemerintah Kota.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Parmin
surya/Fatimatuz Zahro
Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya Widodo Suryantoro menjelaskan konsep Gedung Kesenian Surabaya, Senin (11/12/2017). 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Ketakutan para seniman yang tergabung dalam Dewan Kesenian Surabaya (DKS) akan tergusur terkait pembangunan gedung baru DPRD Kota Surabaya ditampik Pemerintah Kota.

Sebaliknya Pemkot telah menyiapkan sarana untuk mewadahi para seniman se Surabaya. Caranya dengan menyatukan seluruh pegiat kesenian di Surabaya ke satu gedung, bernama Gedung Kesenian Surabaya.

Gedung Kesenian Surabaya itu bakal diletakkan di Hi Tech Mall di Jalan Kusuma Bangsa.

Memang saat ini gedung tersebut masih berfungsi sebagai pusat perbelanjaan barang elektronik, namun mulai bulan depan akan mulai banyak stan yang akan mengembalikan stan ke pihak ketiga.

"Gedung itu adalah aset Pemkot yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga dengan sistem built operate and transfer (BOT). Tahun 2018 mulai banyak yang mengembalikan stan, karena 2019 gedung itu sudah kembali ke pengelolaan ke Pemkot Surabaya," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya, Widodo Suryantoro, Senin (11/12/2017).

Dikatakan Widodo, wali kota sudah memberikan arahan untuk membuatkan perencanaan agar gedung itu dimaksimalkan guna mewadahi aktivitas kesenian.

Setiap lantai gedung tersebut akan memiliki fungsi berbeda. Lantai dasar, akan digunakan pusat latihan seni tari.

Sedangkan lantai dua hingga lima akan difungsikan sebagai tempat berbeda.

"Untuk ludruk sendiri, untuk wayang orang sendiri, kesenian karawitan sendiri, dan seterusnya. Semua full untuk pegiat seni," kata Widodo.

Tidak hanya itu di Hi Tech Mall juga kan diubah menjadi sejumlah tempat pementasan canggih dengan teknologi mutakhir.

Seperti gorden dan instalasi pementasan ludruk dan kesenian lainnya akan dibuat tidak mengandalkan properti konvensional. Melainkan dengan teknologi LCD dan lampu sorot.

"Kalau sekarang kan masih pakai properti yang harus mengganti ganti 'geber' setiap mau manggung. Kita akan coba pakai teknologi LCD jadi tidak pakai yang lama lagi," katanya.

Alih fungsi Hi Tech Mall menjadi gedung kesenian itu dijamin akan membuat seniman nyaman untuk berkarya dan melakukan kegiatan pementasan.

Gedung kesenian ludruk, wayang orang yang ada di komplek Taman Hiburan Remaja di belakang Hitech Mall tidak dipakai lagi lantaran sudah jauh tidak representatif.

"Insya Allah 2019 terealisasi. Sepanjang tahun 2018 dan mulai sekarang kita akan kebut untuk membuat konsep perencanaan dan perancangan fungsi Gedung Kesenian Surabaya tersebut," kata mantan Kepala Dinas Perdagangan Surabaya ini.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved