Breaking News:

Berita Surabaya

Tak Ada Perayaan Tari Topeng Muludan, Sanggar Arbaya Tampilkan Ratusan Penari di Balai Pemuda

Kita inisiatif bikin acara sendiri, sebab anak-abak Arbaya sudah terbiasa tiap tahun menari topeng muludan bersama

Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Titis Jati Permata
surya/pipit maulidyah
Penari Sanggar Arbaya atau Arek Surabaya menari Tari Topeng Muludan di Balai Pemuda Surabaya, Senin (4/12/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ratusan penari Sanggar Arbaya atau Arek Surabaya menari Tari Topeng Muludan di Balai Pemuda Surabaya, Senin (4/12/2017).

Tari ini bermakna sebagai sambutan di bulan Maulid Nabi Muhammad seperti tahun-tahun sebelumnya.

Menurut Adelina Sulistyoningsih,Koordinator Sanggar Arbaya inisiatif ini datang lantaran tidak ada festival topeng muludan seperti tahun lalu.

"Tiap tahun kami ikut festival topeng muludan yang diadakan Pemkot Surabaya. Nah tahun ini saya tunggu kok gak ada undangan acara mauludan. Ya kita inisiatif bikin acara sendiri, sebab anak-abak Arbaya sudah terbiasa tiap tahun menari topeng muludan bersama," paparnya, Minggu (4/12/2017).

Sekitar 130 peserta menari menggunakan topeng singa dan banteng.

Tidak hanya menari, mereka juga membawa kue di piring plastik dan dibungkus serbet makanan kotak-kotak.

Kue di letakkan di depan barisan masing-masing lalu memnajatkan dia bersama.

Setelah menari, kue dikumpulkan dan dimakan bersama.

"Cara membawa kue yg unik, seperti yang ada di zaman dulu. Kue yang mereka bawa adalah kue tradisional seperti ongol-ongol kue tok, onde-onde, donat, lemper, lemet, nogosari, putu ayu, bikang, pastel, lapis, banyak lagi," tambahnya.

Menurut Adelia setiap maulid, yang di tunggu anak-anak adalah menari bersama, bedanya kali ini mereka membawa kue yang di bungkus serbet.

Menurut Adelia ini adalah cara mengenalkan macam-macam kue, yang sekarang mulai jarang disukai anak-anak.

Heni, salah satu orang tua menuturkan jika sebelumnya sang anak tidak suka jajan tradisional lemet.

"Eee disini malah makan sampai habis, dan dia tau makanan tersebut namanya lemet," katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved