Berita Ekonomi Bisnis
Guna Naikkan Kinerja, mulai Tahun Depan Hypermart Fokus pada Sektor ini
PT Matahari Putra Prima Tbk sebagai perusahaan yang mengoperasionalkan Hypermart menyiapkan langkah strategis.
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - PT Matahari Putra Prima Tbk sebagai perusahaan yang mengoperasionalkan Hypermart menyiapkan langkah strategis untuk meningkatkan kinerjanya tahun 2018.
Yaitu dengan menyiapkan produk dasar dan pokok yang lebih cepat dan banyak laku, dibanding dengan produk lainnya.
"Tahun 2018 kami akan kembali fokus barang-barang yang basic, makanan, grocery, barang-barang segar, dan produk-produk yang tiap hari diperlukan. Hal ini optimis bisa meningkatkan pendapatan setelah tahun 2017 ini penuh dengan tantangan," jelas Danny Kojongian selaku Corporate Communications Director & Corporate Secretary PT. Matahari Putra Prima Tbk.
Danny mengungkapkan hal itu usai peluncuran program "Belanja tanpa Nyampah, Pilah Sampah itu Mudah", bersama Yayasan Unilever Indonesia, di Hypermart Pakuwon Mal Surabaya, Sabtu (2/12/2017).
Lebih lanjut, Danny mengakui bila kinerja perusahaan yang melantai di bursa dengan kode MPPA itu, di tahun 2017 penuh tantangan dengan situasi pasar yang sudah mengalami banyak perubahan.
Termasuk pola belanja masyarakat yang sekarang cenderung saving.
"Saat ini, pola belanja masyarakat sudah berbeda. Mulai selektif dalam harga produk. Hypermart tentu saja harus adaptasi dan mengikuti trend ini," lanjutnya.
Karena itu, dalam berjualan, Hypermart juga ada program-program untuk menarik konsumen. Salah satunya diskon produk tertentu hingga 70 persen.
Langkah ini juga dilakukan untuk mengurangi stok barang, terutama produk jangka panjang, agar bisa fokus ke produk yang perputarannya lebih cepat. Salah satunya produk elektronik.
Terkait kinerja, hingga akhir Oktober 2017, Danny menyebut tidak jauh beda dengan tahun 2016.
Tercatat, hingga akhir tahun 2016, revenue atau pendapatan Hypermart mencapai Rp 14 triliun secara nasional. Tahun 2017 ditarget naik sekitar 7-8 persen.
Begitu juga di tahun 2018. Pihaknya tidak mentargetkan pertumbuhan yang lebih dari dua digit.
Sementara itu, untuk langkah menyiapkan toko online, tahun 2018, Hypermart akan lebih agresif lagi memanfaatkan channel dan trend belanja ini.
"Pastinya kami akan ikut. Untuk jangka panjang e-commerce Hypermart kami targetkan hingga 2020 mulai ada pelayanan online secara full," tambah Danny.
Koordinator Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Indonesia Bagian Timur, Abraham Ibnu, menambahkan, bila jaringan ritel nasional saat ini sedang melakukan penyesuaian dari trend belanja masyarakat.
"Penyelesaian itu perlu waktu. Bila ada catatan ritel mengalami penurunan, bagi jaringan ritel nasional, waktu penyesuaiannya memang lebih lama, tapi pastinya bisa," jelas Abraham Ibnu, ditemui ditempat yang sama.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/hypermart-pakuwon-mal-surabaya_20171203_195452.jpg)