Breaking News:

Reportase dari Amerika

Serunya Menjelajah Warung di Seattle, Amerika Serikat

kenali daerah baru dari kulinernya .. nah, inilah keseruan Cipoer Choirun Nisa Ristanty saat menjelajah sejumlah warung di Seattle, Amerika ..

Editor: Tri Hatma Ningsih
choirun nisa ristanty/citizen reporter
Ivar's Restaurant Seattle, Amerika 

Reportase Choirun Nisa Ristanty
Awardee LPDP/Mahasiswi jurusan kajian Asia Tenggara di University of Washington, Seattle, USA

 

SALAH satu kesulitan terbesar saya berkuliah di Amerika Serikat adalah beradaptasi dengan menu makanan negara Paman Sam ini. Sangat sulit bagi saya yang suka makanan berasa gurih dan pedas untuk beradaptasi dengan makanan khas Amerika yang terkenal tanpa rasa karena tidak banyak rempah di dalamnya.

Namun, saya sangat bersyukur sekali karena Seattle, salah satu kota di Washington yang ada di Amerika bagian Pacific Northwest ini tersedia banyak restoran dari semua bagian Asia, termasuk restoran Indonesia.

Jumlah imigran di Seattle semakin bertambah pasca meletusnya perang Korea dan perang Vietnam sehingga banyak sekali dari mereka yang membuka restoran Asia di sini. Seperti restoran sushi, ramen, mi pho (mi khas Vietnam), restoran tom yam (sup boga bahari khas Thailand).

Jangan salah, jika di Indonesia ada Pecinan, di Seattle juga ada distrik di Seattle yang bernama International District/Chinatown yang banyak sekali terdapat restoran khusus dari Asia Timur, yakni Jepang, China, dan Korea.

Pasar Asia juga tersedia di distrik ini yang bernama Uajimaya. Lalu, apa makanan yang benar-benar khas Seattle? Pertanyaan ini sangat sulit bagi saya, terutama yang baru saja tinggal di kota ini selama tiga bulan dan belum pergi ke banyak tempat.

Jangankan untuk saya, orang yang tinggal di Seattle bertahun-tahun juga membutuhkan beberapa menit untuk menjawab pertanyaan ini. Bisa jadi karena terlalu banyak makanan yang harus dipilih, atau mungkin kedai makanan yang sudah tutup dimakan zaman, bisa juga karena tidak banyak yang benar-benar khas.

Memang benar makanan Amerika di Seattle tidak jauh-jauh dari hamburger, pizza, atau fish and chips yang sangat berbeda dengan makanan Indonesia yang kaya dan beragam. Namun di sini, saya akan menguak hal lain tentang kuliner dari kota yang curah hujannya tertinggi di Amerika ini.

Jadi, beberapa makanan berikut bisa dibilang akan membuat saya harus berkata, “belum ke Seattle jika belum ke sini.” Apa saja tempat kuliner yang wajib dicoba di Seattle?

Surga Penikmat Kopi

Siapa yang bisa menolak kenikmatan kopi? Kopi sepertinya juga jadi minuman favorit untuk orang Seattle. Seattle juga punya sejarah tentang waralaba kedai kopi yang paling terkenal di dunia: Starbucks.

Jika banyak orang mengetahui bila Seattle adalah salah satu kota yang ada di serial film Twilight yang dibintangi Kristen Stewart, namun banyak yang belum tahu jika Seattle adalah kota di mana Starbucks yang sangat terkenal di dunia ini berasal.

Starbucks pertama ini berada di daerah Downtown, tepatnya di pasar Pike Place Market yang ada di pinggiran teluk yang disebut Elliot Bay. Starbucks pertama ini dibuka tahun 1971.

Saya adalah salah satu penggemar Starbucks dan sangat tergila-gila dengan Coffee Latte dan Green Tea Latte. Jadi, saya sangat beruntung bisa berkuliah di Seattle, kota Satrbucks!

Memang tak ada bedanya antara menu Starbucks pertama di dunia ini dengan kedai Starbucks lainnya di Seattle. Yang unik dari Starbucks ini adalah bangunannya yang masih sama ketika pertama kali dibangun, serta logo Starbucks yang berbeda dengan logo Starbucks saat ini.

Logo Starbucks di sini tidak berwarna hijau seperti kebanyakan kedai Starbucks umumnya, melainkan berwarna merah tua dan gambar putri duyung di logonya lebih sensual karena menampilkan dada yang telanjang.

Biasanya, pecinta pernak-pernik Starbucks tidak akan melewatkan untuk membeli merchandise kedai Starbucks pertama di dunia ini karena lebih unik dan oldish.

Sekitar enam blok dari Starbucks pertama, terdapat kedai Starbucks lainnya bernama Starbucks Reserve and Roastery yang baru dibuka 3 tahun lalu dan hanya satu-satunya di dunia.

Apa bedanya dengan kedai Starbucks pertama? Sangat berbeda! Jika Starbucks pertama di dunia sangat kecil dan sederhana, Starbucks Reserve ini sangat mewah. Tidak salah jika banyak orang dari seluruh dunia akan merelakan waktunya untuk pergi ke sini karena memang sangat berbeda dengan Starbucks di seluruh dunia.

Saya benar-benar terperangah melihat kemegahan dan elegannya Starbuck Roastery ini. Menu yang ditawarkan di sini juga berbeda dari menu Starbucks di seluruh dunia. Menu unggulannya adalah Origin Flight yang menyediakan tiga jenis kopi dalam tiga sloki kecil yang berbeda dan bisa dinikmati dengan cokelat truffles sehingga akan menciptakan sensasi tersendiri jika dicelupkan di tiga kopi tersebut. Wow!

Karena saya kurang suka kopi yang sangat kuat, jadi saya tidak memesan menu tersebut. Keseluruhan harga kopi di sini masih ramah di kantong pelajar yakni 10 dolar sampai 20 dolar AS.

Keunikan lainnya adalah kita bisa melihat langsung proses penyangraian kopi hingga pengemasan kopi Starbucks secara modern dan higienis yang nantinya produk tersebut akan didistribusikan ke kedai Starbucks dari Seattle hingga ke seluruh dunia.

Kedai kopi ini juga bekerjasama dengan Princi, toko kue yang terkenal dari Itali. Pastry dan cake dari Princi benar-benar fresh from the oven! Fakta yang lebih mencengangkan lagi adalah kue-kue Princi hanya satu-satunya dibuat dan dijual di Starbucks Reserve ini. Jadi jika mau kue khas Itali, Anda harus pergi ke Starbucks Reserve ini.

Dengan adanya Princi di Seattle, ini jadi ehormatan untuk Seattle karena menjadi salah satu dari dua kota di dunia selain London yang menjual Princi di luar kota Itali.Semua kue sangat menggiurkan untuk dicoba, tetapi yang paling menarik di mata saya adalah Crostata Fragole yang ada irisan buah stroberi segar seharga 10 dolar AS.

Satu hal lagi! Anda wajib membeli pernak-pernik dari Starbucks ini karena Anda tidak akan menemukan pernak-pernik ini di luar Starbucks Reserve di manapun di seluruh dunia!

Dick’s Burger khas Seattle

Pasti banyak yang meragukan dengan pilihan saya ini dengan berbicara “ah, apa sih uniknya burger? Pasti sama saja!”

Memang benar nyatanya, tetapi Dick’s Burger tidak bisa dipisahkan dari hati orang Seattle. Analoginya seperti ini: jika di Indonesia punya soto khas dari masing-masing kota seperti soto Lamongan, soto Madura, soto Betawi, maka mengapa tidak dengan burger?

Selain hanya bisa ditemukan di Seattle, Dick’s burger ini sudah lama menjadi pilihan penduduk Seattle karena didirikan pertama kali oleh Dick Spady tahun 1954.

Menu unggulan selain burger di kedai ini adalah kentang goreng dan milkshake. Harga burger sangat ramah di kantong yakni dari 1,60 dolar AS saja. Jadi tidak salah jika banyak orang yang mengantre dari pukul 10.30 waktu Seattle untuk mendapatkan sarapan mereka di Dick’s Burger ini.

Saya tinggal di dekat kedai Dick’s yang dibangun pertama kali oleh Dick Spady dan menu favorit saya adalah Deluxe Burger seharga 3,40 dolar AS karena ditambah dengan keju meleleh.

Sayangnya, kedai ini masih drive-in yang tidak menyediakan bangku untuk makan di tempat. Jadi selesai mendapat pesanan, langsung pulang dan tidak bisa menikmati burger ini sambil duduk dan bercengkerama di sana.

Tenggelam dalam Sop Chowder Ivar’s

Seattle tidak bisa dipandang sebelah mata untuk urusan perikanan dan hasil lautnya. Geografis Seattle yang dikelilingi laut dan teluk membuat Seattle sangat terkenal akan restoran boga baharinya.

Ikan salmon pasifik juga banyak ditemui di sekitar Seattle dan kota Seattle juga terkenal akan lokasi untuk melihat salmon-salmon yang bertelur. Ketika bertanya ke teman di mana restoran boga bahari yang terkenal di Seattle, semua menjawab Ivar’s Restaurant di dekat Pike Place market.

Saya sangat penasaran seperti apa restoran boga bahari yang terkenal ini. Katanya, menu di sini sangat merepresentasikan makanan khas orang dari Amerika bagian pasifik barat laut. Benar saja, restoran dan menu di sini sangat unik.

Selain sudah eksis sejak tahun 1938, restoran ini langsung menghadap ke teluk Elliot Bay. Jadi, pengunjung bisa makan sambil menikmati pemandangan dermaga di Elliot dengan burung bangau putih yang terbang ke sana ke mari mencari ikan di sekitaran dek dermaga. Romantis!

Menu yang wajib sekali dicoba di restoran ini adalah Ivar’s Famous Clam Chowder. Sayang sekali menu ini mengandung babi sehingga saya tidak bisa menikmatinya.

Namun, saya bisa menikmati chowder yang lain yakni house-smoked salmon and corn chowder. Perpaduan salmon asap dan jagung manis membuat lidah tidak berhenti bergoyang.

Saya juga baru tahu apa itu chowder. Jadi, chowder adalah sejenis sup kental yang isinya bergantung dengan selera. Clam Chowder jadi andalan restoran ini yang isinya penuh dengan cita rasa laut, terutama kerang (bahasa inggris:clam). Cara makannya pun sangat western sekali karena menggunakan garlic bread!

Oh ini benar-benar pengalaman unik bagi saya yang tidak pernah makan makanan barat selain burger dan pizza! Untuk chowder, harganya berkisar 10 dolar AS saja! Teman saya mencoba menu favorit lain di restoran ini yakni Ivar’s World-Fampus Fish and Chips yang menyajikan menu ikan cod Alaska yang dibalut tepung dan disandingkan dengan dengan kentang goreng.

Cara makannya bisa dicocol dengan saus tomat dan mayones yang terlebih dahulu dicampur cuka! Mak nyus tenan... Harga untuk fish and chips sedikit mahal yakni 17 dolar AS, tetapi sangat merepresentasikan rasa yang sangat kaya. Ada harga, ada rupa, bukan?

Menu lain yang jadi andalan selain dua menu tadi adalah salmon dan halibut Alaska panggang. Oh, sungguh menggoda!

Es Krim Molly Moon

Saatnya mencari makanan penutup di Seattle. Ide terbaik adalah mencari es krim di Seattle. Saran saya, jangan lewatkan menikmati sensasi es krim homemade Molly Moon.

Ada beberapa kedai Molly Moon di Seattle, namun yang paling dekat dengan lokasi saya adalah di University Village. Oh, lagi-lagi Anda tidak akan menemukan kedai ini di state lain.

Ketika pergi dengan teman asli Seattle dan Anda sangat ingin makan es krim, saya berani menjamin teman Anda akan langsung membawa Anda ke kedai Molly Moon. Jarak dua meter dari kedai, indera penciuman Anda sudah bisa merasakan aroma Molly Moon yang khas dan manis.

Hati-hati Anda bisa mabuk kepayang karena tersihir. Ada sepuluh rasa es krim yang selalu dijual di kedai ini dan empat rasa musiman yang berganti setiap tahunnya. Anda bisa memilih rasa dari original strawberry sampai salted caramel.

Saya paling suka rasa vanilla bean karena susunya sangat terasa meski kadang saya suka berganti dari vanilla bean ke honey lavender. Ya, rasa bunga lavender! Unik, wangi, dan manis menjadi satu. Penasaran kan?

Ada beberapa topping yang bisa ditambahkan, dari caramel sampai whipped cream. Namun saya sangat suka topping hot fudge. yakni perpaduan krim, karamel dan bubuk cokelat.

Anda bisa membayangkan bagaimana lumer es krim vanila dengan saus cokelat panas. Ah, sedap! Harganya beragam, namun Anda bisa mendapat satu skup vanilla bean dengan topping hot fudge dengan harga sekitar 7 dolar AS.

Inilah serba-serbi kuliner di Seattle. Banyak sekali tempat yang bisa jadi rujukan jika ingin ke Seattle, dari masakan Asia hingga yang benar-benar merepresentasikan wilayah Amerika bagian barat laut Pasifik.

Namun, empat tempat itulah yang tidak boleh Anda lewatkan dan jangan lupa siapkan uang tip ketika makan di restoran, minimal 10 persen dari total pembelian!

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved