Sambang Kampung Dinoyo Tangsi

Kreativitas Pemuda, Belajar dari YouTube Sulap Handuk Bekas Jadi Pot Hias dan Perangkat Dekorasi

Oleh tangan-tangan kreatif para pemuda di sana, handuk dan kain bekas digunakan sebagai bahan baku untuk membuat perangkat dekorasi.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Parmin
surya/ahmad zaimul haq
Pot hias hasil karya pemuda Kampung Dinoyo Tangsi. 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Jika memiliki handuk, jaket dan juga sweater bekas kebanyakan orang akan membuangnya atau tidak dimanfaatkan. Tapi lain dengan anak-anak muda yang ada di kampung Dinoyo Tangsi Gg III.

Oleh tangan-tangan kreatif para pemuda di sana, handuk dan kain bekas digunakan sebagai bahan baku untuk membuat perangkat dekorasi mulai pot hias, hingga untuk tatakan lampu.

Seperti yang tampak di pinggi gang kampung Dinoyo Tangsi III, pot di kampung ini bukan pot plastik biasa. Melainkan pot hias cantik uang dibuat dari handuk. Jika dilihat kasat mata, pot hias dari handuk ini tampak seperti kulit kerang di film mermaid.

Namun siapa sangka, pot tersebut justru dibuat dari bahan bahan bekas. Kreator dari pot hias kampung ini adalah Andro Kusumanjaya (27). Bermula dari tahu di YouTube, ia lalu coba-coba membuat aplikasi pot dari handuk bekas di rumahnya.

"Awalnya coba-coba, setelah lihat di YouTube. Karena sepertinya di Indoensia belum banyak dibuat maka saya coba bikin, siapa tahu bisa," katanya, pada Surya, Rabu (22/11/2017).

Mulanya ia cukup menyiapkan kain handuk bekas. Bisa juga kain jaket atau sweater yang kainnya jatuh. Kemudian, secara terpisah Andro menyiapkan bahan celupan kain. Yang terbuat dari semen, calsium dan lem rajawali.

Baru setelah itu kain tersebut dicelupkan ke dalam campuran yang sudah disiapkan. Setelah itu diangkat dan dicetak dengan menangkupkan secara tengkurap. Dan dikeringkan sampai kaku baru setelah itu dicat.

"Yang susah adalah menentukan campurannya. Komposisinya di YouTube tidak dijelaskan. Jadi saya sempat mencoba sampai 10 kali di kain kain kecil sampai akhirnya perfect," kata Andro.

Sebab jika komposisinya kurang pas, kain tersebut akan cracking. Dan akan pecah-pecah sehingga menjadi produk gagal.

Setelah berulang kali mencoba ternyata ia bisa menemukan komposisi perbandingan campuran yang pas. Baru kemudian Andro dan teman-teman karang taruna yang lain, seperti Anggen Satrio mencoba membuat pot-pot hias yang lain.

Total ada sebanyak delapan pot hias dari handuk bekas yang sudah mereka buat ada yang ukuran kecil, ada pula yang besar. Tergantung dengan besar kecilnya bahan kain yang digunakan.

"Sekarang sih belum dipasarkan untuk dijual. Tapi yang menyewa sudah ada. Biasanya untuk perlengkapan set foto saat penikahan, atau juga set dekorasi saat ada acara pernikahan juga," katanya.

Selain itu, pot dari handuk itu juga beberapa kali digunakan untuk tempat lampu. Jika dalamnya pot diletakkan lampu, maka cahaya yang dibentuk dari lekukan handuk yang dibuat itu menimbulkan efek yang cukup bagus.

Sementara itu Anggen Satrio mengaku memanfaatkan barang bekas seperti handuk dan kain bekas ini cukup seru. Baginya yang hobi berkreasi ini, menciptakan barang yang unik terbilang menantang.

"Daripada beli, kalau bisa bikin dengan bahan yang kita punya kenapa tidak," ucapnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved