Rabu, 8 April 2026

Berita Malang Raya

Lagi, Rektor Unitri Malang Jelaskan Soal Larangan Bercadar Dua Mahasiswinya, Ternyata Itu. . .

Rektor Universitas Tribuana Tunggadewi (Unitri) Malang kembali menjelaskan soal larangan bercadar dua mahasiswinya. Ternyata itu...

Penulis: Neneng Uswatun Hasanah | Editor: Titis Jati Permata
surya/benni indo
Sari Wulandari (kanan) dan Gia Dewi saat mendatangi rektorat Unitri, Sabtu (18/11/2017). Keduanya mengaku dilarang menggunakan cadar. 

SURYA.co.id | MALANG - Konfirmasi mengenai larangan bercadar bagi dua mahasiswi Universitas Tribuana Tunggadewi (Unitri) Malang sudah dilakukan oleh Wakil Rektor 3 dan Kabag Kemahasiswaan kampus tersebut, Sabtu (18/11/2017).

Rektor Unitri, Prof Eko Handayanto MSc PhD, yang sebelumnya berhalangan hadir karena berada di Nusa Tenggara Timur, Senin (20/11/2017), akhirnya memberikan konfirmasi pada awak media.

Eko menegaskan kembali yang telah dijelaskan sebelumnya oleh Wakil Rektor 3, tidak pernah ada peraturan larangan berpakaian dengan cadar bagi mahasiswi.

(Dua Mahasiswi Universitas Tribuwana Tunggadewi Dilarang Pakai Cadar, Bahkan Diancam Dikeluarkan)

"Ini mencuat karena ada satu orang yang menulis rilis berita mengatasnamakan suatu organisasi. Namun anehnya tidak ada stempel dan kop surat resmi organisasi pada surat tersebut," ujarnya saat ditemui awak media.

Rektor Unitri, Prof Eko Handayanto MSc PhD (kanan) bersama humas Unitri, Amanah saat memberi konfirmasi pada awak media tentang larangan bercadar pada mahasiswi, Senin (20/11/2017).
Rektor Unitri, Prof Eko Handayanto MSc PhD (kanan) bersama humas Unitri, Amanah saat memberi konfirmasi pada awak media tentang larangan bercadar pada mahasiswi, Senin (20/11/2017). (surya/neneng uswatun hasanah)

Ia menjelaskan, tidak pernah ada dosen atau pihak manapun yang melarang mahasiswi di Unitri mengenakan cadar.

"Kalaupun ada doaen yang menyarankan, saya rasa hanya untuk keperluan komunikasi. Karena jika bercadar, akan terjadi kesulitan komunikasi terutama saat perwalian," ungkapnya.

(Soal 2 Mahasiswi Dilarang Bercadar di Kampus, Ini Penjelasan Universitas Tribuana Tunggadewi)

Ia juga mengaku pernah mengalami kejadian yang sama saat mengajar seorang mahasiswi bercadar.
"Permintaan saya saat itu adalah agar ia melepas cadar saat berbicara dengan saya. Tanpa ada tendensi apapun, hanya untuk memperlancar komunikasi agar tidak ada kesalahan tangkap," terang dia.

Rektor menjanjikan akan segera bertemu dengan dua mahasiswi (Gia dan Wulan) serta penulis berita rilis, dan ketua program studi yang diduga memaksa Gia dan Wulan untuk menulis pernyataan untuk berperilaku sesuai dengan etika kampus.

"Kami akan segera menyelesaikan ini secara kekeluargaan di internal Unitri saja karena ini hanya masalah kesalahpahaman, dan hanya sekadar masalah komunikasi antara dosen dan mahasiswa," tuturnya.

Diancam Dikeluarkan dari Kampus

Sebelumnya, sua mahasiswi Universitas Tribuwana Tunggadewi Kota Malang mengaku mendapat pelarangan menggunakan cadar.

Keduanya juga mengaku diancam akan dikeluarkan dari kampus jika tidak melepas cadar.

Kedua mahasiswi itu adalah Sari Wulandari (20) dan Giah Dewi (20).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved