Berita Surabaya
Kena Gusur Satpol PP Tanpa Solusi, Pedagang Pasar Burung Indrakila Wadul ke Dewan
Para pedagang pasar burung tersebut mengeluhkan cara Pemkot yang menggusur tanpa ada solusi.
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id | SURABAYA - Langkah Pemkot melakukan penertiban bangunan liar dan pedagang kaki lima yang ada di atas saluran kerap tidak disertai dengan solusi.
Hal itu seperti dialami pedagang pasar burung di sepanjang Jalan Indrakila.
Akhir pekan lalu, Satpol PP menertibkan pasar burung di sepanjang jalan tersebut.
Padahal sebelum ada pembongkaran paksa dengan alat berat, para pedagang justru disosialiasikan dari Kelurahan Pacar Keling untuk membersihkan saluran di kawasan tempat jualan mereka.
Namun nyatanya belum sampai dilakukan pembersihan, Satpol PP disertai dengan Dinas PU Bina Marga dan Pematusan sudah mengerahkan alat berat dan menggusur deretan pedagang burung di lokasi tersebut.
"Hari Rabu (15/11/2017) kami pedagang burung diberi karung untuk mengeruk saluran got, kami senang hati untuk melakukannya. Tapi Jumat (17/11/2017) Satpol PP dan membawa alat berat sudah dihancurkan saja stan-stan kami," kata Ketua Paguyuban Pasar Burung Jalan Indrakila, Heri Purnomo, saat wadul ke DPRD Kota Surabaya, Senin (20/11/2017).
Pada Komisi B, para pedagang pasar burung tersebut mengeluhkan cara Pemkot yang menggusur tanpa ada solusi.
Hingga saat ini sebanyak 13 pedagang di pasar yang sudah digusur itu praktis tidak bisa lagi berjualan.
Mereka meminta agar mereka diberikan alternatif berjualan.
Para pedagang yang tak lain adalah warga Surabaya itu mau jika direlokasi asalkan mendapatkan izin untuk tetap berdagang.
"Dibuatkan paguyuban sederet sajalah kami sudah mau. Asal tidak jauh dari tempat kami semua berjualan," imbuh Heri.
Para pedagang menolak jika harus direlokasi ke Pasar Burung Bratang.
Alasan pertama harga sewa di pasar tersebut mahal.
Kedua, karena di sana cukup ramai dan padat, sehingga kurang mendukung untuk berjualan.
"Kami mengajukan agar bisa dilakukan pembahasan nasib kami bagaimana. Jangan hanya digusur lalu selesai," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/burung_20171120_152710.jpg)