Berita Surabaya

Surabaya Memasuki Musim Hujan, Waspadai Hal-hal seperti ini

Kepala BMKG Juanda Agus Raharjo menjelaskan Surabaya kini bisa dikategorikan muli masuk musim hujan.

Surabaya Memasuki Musim Hujan, Waspadai Hal-hal seperti ini
surya/Faiq Nuraini
Peta sebaran awan dari BMKG Juanda 

SURYA.co.id | SURABAYA - Belakangan ini, Surabaya dan sekitarnya terus dilanda hujan. Diperkirakan, wilayah ini sudah memasuki musim hujan. Musim ini akan dipastikan dirasakan pada akhir November ini atau awal Desember.

Kepala BMKG Juanda Agus Raharjo menjelaskan Surabaya memang kini bisa dikategorikan muli masuk musim hujan.

"Tinggal menunggu 10 hari kedua jika tetap hujan dengan intensitas seperti saat ini berarti masuk musim hujan," kata Agus, Jumat (17/11/2017).

Disampaikan bahwa daerah itu masuk musim hujan jika 10 hari curah terjadi hujan di atas 50 mm. Kemudian diikuti 10 hari berikutnya. Setiap daerah berbeda-beda.

Pengamatan BMKG, pada 10 hari pertama telah terjadi curah hujan di atas 50 mm.

Jika pada 10 hari ketiga atau akhir November hujan tetap deras atau di atas 50 mm artinya sudah masuk musim hujan.

Dari data citra radar dan satelit saf ini awan rendah hingga menengah sudah cukup banyak melingkupi Jatim termasuk Surabaya. Akibatnya peluang hujan menjadi tinggi.

Kondisi akan meningkat pada Desember hingga Januari dan Februari besok.

Kondisi ini mengakibatkan melemahnya monsun (angin yang terus- menerus bertiup) Australia dan menguatnya monsun Asia.

Kondisi ini memicu peningkatan masa udara basah di indonesia khususnya Selatan khatulistiwa.

"Pada Desember hingga Februari biasanya ada tekanan rendah," kata Agus.

Tidak hanya hujan, namun angin kencang diprediksi akan mengikuti setiap terjadi hujan.

Agus berharap pohon besar yg rimbun dipangkasi. Menguatkan papan reklame dan jangan berteduh di bawahnya.

Begitu juga yang piknik atau tinggal di daerah lereng bukit atau di perbukitan waspadai terjadi longsor karena tanah suda jenuh dan gampang ambrol. Selokan dikeruk dan sungai dinormalisasi.

"Kalau banjir yang rugi kita semua," tambah Agus.

Penulis: Nuraini Faiq
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved