Berita Malang Raya

VIDEO - Lagu Sayang Via Vallen versi Pelajar SMP Kota Malang

Dua lagu yang jadi medley adalah lagu dangdut Jaran Goyang yang dipopulerkan oleh penyanyi Nella Kharisma dan lagu Sayang milik Via Vallen.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Parmin

LAPORAN - SYLVIANITA WIDYAWATI | MALANG

SURYA.co.id | MALANG - Sejumlah siswa SDN Model Kota Malang menyanyikan medley lagu dangdut berlirikan tentang UKS ( Usaha Kesehatan Sekolah), Selasa (14/11/2017). Lagu itu dikumandangkan di sela rakerda Tim Pembina UKS/madrasah Kota Malang.

Dua lagu yang jadi medley adalah lagu dangdut Jaran Goyang yang dipopulerkan oleh penyanyi Nella Kharisma dan lagu Sayang milik Via Vallen.

Lagu ini membuat Asisten Sekda, Abdul Malik dan Eyang Santo, Tim Pembina UKS Jatim ikut bergoyang di depan bersama para siswa.

Suasana jadi lebih rileks. Setelah usai lagu ini, langsung dilanjutkan dengan rakerda.
Abdul Malik di forum itu menyatakan sekian miliar rupiah dari APBD Kota Malang digelontorkan untuk membudayakan hidup bersih dan sehat.

"UKS harus dijalankan bersama dan bersinergi. Tidak bisa berjalan sendiri-sendiri karena hasilnya tidak maksimal," kata Abdul Malik.

Karena sekolah berada dibawah pengelolaan dinas pendidikan, maka perlu kerjasama dengan dinas kesehatan.

Begitu juga yang di madrasah harus kerjasama dengan kementrian agama.

"Semua memberi peran dan fungsi masing-masing," katanya.

Narasumber lainnya yaitu Pandi, Kepala SMPN 10 yang memberikan testimoni atas keberhasilan sekolahnya dalam menjalankan UKS.

"Menurut saya, UKS itu program pembiasaan. Misalkan soal sampah, air, teknologi tepat guna," kata Pandi pada para peserta.

Aplikasi UKS di sekolahnya seperti adanya kantin sehat.

"Makanan di kantinnya bebas dari bahan pengawet, perasa dan pewarna. Juga bebas dari kertas, plastik dan minyak," jelasnya.

Karena itu, menu makanannya kukus dan panggang. "Ini akan kita dukung konsisten," jelasnya. Untuk bahan pewarna alami juga ada.

Seperti warna hijau dari daun pandan atau merah dengan buah naga.

"Menurut saya, UKS itu bukan hanya buat lomba, tapi sebuah kebutuhan," tegasnya.
Eyang Santo, Tim Pembina UKS Jatim menambahkan perubahan perilaku sehat dimulai dari hal-hal kecil.

"Contohnya saja saat akan makan snack. Apa sudah cuci tangan?" kata pencetus logo UKS itu.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved