Citizen Reporter

Rekam Jejak Spiritual Roro Anteng dan Joko Seger di Goa Widodaren

Roro Anteng dan Joko Seger tak dinafikan melekat pada Tengger .. nun jauh di penanjakan goa Widodaren ini jejak spirituil keduanya ditemukan...

Rekam Jejak Spiritual Roro Anteng dan Joko Seger di Goa Widodaren
ahmad junaidi/citizen reporter
Jejak spirituil di dalam goa widodaern 

Reportase Ahmad Junaidi
Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang

 

DI balik kemegahan dan indahnya Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), ada banyak sekali objek wisata yang menarik dikunjungi. Puncak B29, kawah Bromo, Bukit Teletubbies, sunrise, Desa Ngadas yang hijau, Pura di lautan pasir, dan masih banyak yang lain.

Selain itu semua, ada satu objek menarik yang sebenarnya merupakan bagian penting dari sejarah dan mitos legenda Gunung Bromo itu sendiri, goa Widodaren. Belum banyak yang tahu tentang situs goa yang konon katanya adalah tempat pertapaan Joko Seger dan Roro Anteng itu.

Letak goa Widodaren tidak jauh dari kawah Gunung Bromo. Namun, kondisi medan lautan pasir yang licin dan angin debu membuat akses menuju goa ini terhambat. Walau begitu, goa Widodaren sangat cocok menjadi objek penjelajahan para penyuka wisata petualangan.

Goa Widodaren adalah salah satu tempat yang dianggap suci oleh umat Tengger. Di goa ini terdapat sumber mata air yang dianggap suci dan boleh digunakan untuk keperluan sehari-hari warga Tengger, misalnya untuk air minum.

Masyarakat setempat juga percaya bahwa air yang keluar dari mata air goa Widodaren dipercaya dapat membuat hasil panen melimpah dan membuat awet muda. Pada saat upacara Kasada, goa Widodaren menjadi salah satu peranti ritual mendhak tirta atau pengambilan air suci.

Istilah Tengger memiliki eksistensi yang sakral, karena merupakan penggabungan dari legenda populer masyarakat yaitu Roro Anteng dan Joko Seger. Dua insan yang dipersatukan dari status sosial yang berbeda. Roro Anteng merupakan  putri Prabu Brawijaya, Raja kerajaan Majapahit dan Joko Seger adalah putra seorang Brahmana, Begawan Pananjakan.

Terdapat banyak versi yang menceritakan kedua legenda tersebut. Namun, tak sedikit yang meyakini bahwa goa Widodaren yang terdiri dari dua ceruk goa terpisah ini, goa lanang dan goa wadon, adalah pertapaan sepasang kekasih di masing-masing tempat ketika sedang memohon keturunan kepada Hyang Widhi Wasa, Tuhan yang Maha Esa.

Spiritualitas inilah yang kemudian menarik perhatian masyarakat untuk berkunjung dan bersemedi, melakukan pemujaan dan berdoa dengan khusyuk kepada Sang Hyang Widhi. Masyarakat Hindu Tengger juga melakukan ritual pemujaan di tempat ini. Perjalanan menuju mulut goa yang lumayan menanjak ini akan terbayar ketika sudah sampai di sana.

Pemandangan yang indah dari sudut pandang yang lain akan membuat mata terpesona. Gunung Bromo terlihat berbeda dari posisi ini. Kabut yang menyelimuti badan gunung terlihat sangat indah dan menjadi gambar yang cantik untuk diabadikan.

Editor: Tri Hatma Ningsih
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved