Sambang Australia

Fremantle Bersolek Menjadi Kota Maritim dan Wisata

Fremantle City, sebuah kota kecil di Australia Barat terus mempercantik potensi wisatanya untuk menyambut tingginya kunjungan pelancong.

Fremantle Bersolek Menjadi Kota Maritim dan Wisata
surya/eben haezer
Pengunjung menikmati waktu bersantai di tepi pantai di Fremantle City, Australia Barat, Senin (23/10/2017) siang waktu setempat. 

Australia menjadi salah satu negara tujuan wisata yang kian dilirik oleh masyarakat Indonesia. Bagi benua Kangguru tersebut, hal ini menjadi momentum yang sangat baik untuk mempromosikan berbagai hal yang ada di sana, termasuk edukasi.

SURYA.co.id | PERTH – Dilansir dari laman resmi Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia di Jakarta, pada 2016 silam, Kedubes Australia di Jakarta telah menerbitkan tak kurang dari 100 ribu visa. Jumlah itu meningkat sepertiga dibanding tahun sebelumnya. Bahkan, pada Desember 2016 jumlah kunjungan wisatawan Indonesia ke Australia mengalami pertumbuhan sampai 40 persen dibandingkan bulan yang sama di tahun 2015.

Semakin diliriknya Australia sebagai tujuan wisata para pelancong di Asia, mendorong kota-kota di negara Persemakmuran itu untuk terus bersolek. Salah satunya adalah Fremantle City atau City of Fremantle yang masuk dalam kawasan Australia Barat atau Western Australia.

Kawasan yang sejak 1996 menjalin hubungan friendship city dengan Surabaya dan Padang ini memiliki riwayat sebagai salah satu kawasan di Australia yang memiliki budaya maritim yang kental.

Selain langsung berbatasan dengan Samudera India, di tempat ini dapat ditemukan berbagai fasilitas yang terkait langsung dengan geliat aktivitas kemaritiman.

Salah satunya adalah pelabuhan Fremantle atau Fremantle Ports. Pelabuhan yang dikelola negara bagian (a federated state) Australia Barat ini adalah pelabuhan yang terbesar keempat di Australia. Di sinilah, segala aktivitas bongkar muat berbagai komoditas dilakukan.

“Kami adalah pelabuhan terbesar keempat di Australia setelah Melbourne, Sydney dan Brisbane. Dibandingkan ekspor, di sini kami lebih banyak melayani kegiatan impor,” kata Ainslie de Vos, Manager External Affairs of Fremantle Ports, saat menemui para peserta The International Media Visit (IMV) Surabaya 2017 yang disponsori Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia, awal pekan lalu.

Cagar Budaya

Di tengah kesibukan aktivitas pelabuhan, geliat pariwisata di Fremantle City sangat memesona. Di sini, wisatawan lokal maupun dari luar kota dan mancanegara, bakal disuguhi oleh ratusan bangunan cagar budaya yang dibangun di era abad ke-19, saat kawasan itu mengalami demam emas.

Meski sudah berusia ratusan tahun, bangunan-bangunan bergaya Victoria ini tetap terawat dengan sangat apik.

Halaman
12
Penulis: Eben Haezer Panca
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved