Berita Banyuwangi

Cegah Pungli, Banyuwangi Naikkan Insentif Petugas Pelayanan Publik

Untuk mendorong peningkatan pelayana publik, pemkab Banyuwangi bakal menaikkan insentif untuk petugas pelayanan publik.

Cegah Pungli, Banyuwangi Naikkan Insentif Petugas Pelayanan Publik
surabaya.tribunnews.com/haorrahman
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas saat mengunjungi Mal Pelayanan Publik. 

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Peningkatan pelayanan publik menjadi fokus Banyuwangi. Bahkan Banyuwangi menaikkan insentif untuk petugas pelayanan publik. 

Ditingkatkannya insentif petugas pelayanan publik ini, menurut Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, selain untuk meningkatkan kinerja, juga untuk mencegah adanya pungutan liar.

"Kalau insentifnya naik, ketemu masyarakat yang butuh pelayanan, petugas akan tersenyum. Jadi jangan hanya kerjanya saja yang dinaikkan, tapi insentifnya juga," kata Anas, Minggu (29/10).

Anas mengatakan Banyuwangi akan terus memperkuat pelayanan publik. Setelah membuat Mal Pelayanan Publik, yang melayani semua jenis surat adminitrasi, Anas ingin pelayanan publik di Banyuwangi cepat, mudah, dan tidak ada pungli.

"Kami anggarkan Rp 3 miliar khusus untuk insentif petugas di Mal Pelayanan Publik. Bahkan insentif itu diperuntukkan mulai dari esolan 1A. Jadi insentif ini tidak hanya untuk eselon 2," kata Anas.

Bupati berusia 44 tahun itu mengatakan, insentif ini untuk memacu petugas memberikan pelayanan publik yang baik pada masyarakat.

"Kalau ada insentif, meski sampai sore petugas ini akan semangat kerjanya. Pemberian tambahan insentif ini juga untuk memperkuat Mal Pelayanan Publik," kata Anas.

Mantan Ketua PP Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU) itu mengatakan, pelayanan publik akan terus diperkuat. Selain telah mendirikan Mal Pelayanan Publik, program peningkatan layanan utamanya warga miskin terus diperkuat.

Di bidang kesehatan, Banyuwangi membuat program baru yakni memberikan santunan/biaya pengganti pada keluarga penunggu pasien yang dirawat di rumah sakit/puskesmas.

”Nantinya warga yang menunggu keluarganya dirawat di rumah sakit dapat semacam uang pengganti karena dia kan harus meninggalkan pekerjaannya sehari-hari. Jadi alhamdulillah, ini paket lengkap, biaya berobatnya sudah gratis, plus kita tambahi uang pengganti bagi keluarga yang menunggu,” ujar Anas.

Selain itu, Banyuwangi juga memulai program pemberian makanan bergizi secara gratis kepada warga miskin, terutama lanjut usia (lansia) yang sudah nonproduktif.

Program tersebut adalah Rantang Kasih. Tahap awal terdapat 1.000 lansia yang menjadi sasaran. Selanjutnya akan ditambah 2.000 lansia di pertengahan 2018. Program ini mengantarkan makanan bergizi ke rumah-rumah lansia.

Penulis: Haorrahman
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved