Jumat, 24 April 2026

Berita Surabaya

Ribuan Warga Babatan Mengarak Gunungan Giriwaluyo Setinggi 3 Meter, Ternyata ini Tujuannya

Aneka hasil bumi itu disusun dalam gunungan setinggi hampir tiga meter.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Musahadah
surya/ahmad zaimul haq
Gunungan GIriwaluyo diarak oleh warga dalam pawai Sedekah Bumi Kampung Babatan, Minggu (22/10/2017). 

SURYA.co.id I SURABAYA – Mengakhiri bulan Suro di penanggalan Jawa, warga di Kelurahan Babatan memiliki tradisi sedekah bumi yang hingga kini dilestarikan.

Sedekah bumi ini sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil pertanian yang ada di wilayah kampung mereka.

Sejak pagi, Minggu (22/10/2017), warga RW 1 dan RW 1 Kelurahan Babatan Kecamatan Wiyung sudah sibuk.

Warga 15 RT dari dua RW tersebut dengan guyub dan gotong royong bersama-sama menyiapkan gunungan giriwaluyo.

Terdiri dari sayur-sayuran, buah, dan juga hasil pertanian di kampung Babatan.

Aneka hasil bumi itu disusun dalam gunungan setinggi hampir tiga meter.

Gunungan itu diarak dalam pawai Sedekah Bumi Kampung Babatan.

Setidaknya ada sebanyak 1500 warga yang ikut mengarak gunungan giriwaluyo.

Menambah kesemarakan pawai sedekah bumi kali ini, mereka menampilkan aneka budaya Indonesia dari sabang sampai merauke.

“Tema tahun ini adalah kebhinekaan. Tema ini sengaja kami pilih agar semakin menanamkan semangan kerukunan antar warga. Kita semua berasal dari keberagaman, tapi tetap satu dan guyub,” kata Ketua Panitia Sedekah Bumi Kampung Babatan Agung Sutiyono.

Ada peserta berwakilan dari RT yang menampilkan budaya adat jawa timur, ada yang menggunakan kostum agama Hindu, lalu juga ada yang membuat ogoh-ogoh, serta ada pula yang mengenakan pakaian adat ala masyarakat Papua dengan mengecat seluruh tubuh dengan cat dan baju berbahan jerami.

Di sepanjang rute pawai yang melintas di Jalan Menganti Babatan jajaran warga sudah menunggu untuk menyaksikan pawai sedekah bumi yang digelar satu kali dalam setahun ini.

Salah satu yang menjadi favorit warga adalah penampilan peserta pawai yang membawa patung kertas berbentuk naga yang panjang.

Tidak hanya itu, patung kertas garuda raksasa juga ramai dijadikan objek untuk berswafoto.

“Persiapan untuk menggelar sedekah bumi ini sudah kami lakukan sejak tiga bulan. Kami mulai melakukan sosialisasi dan juga persiapan bersama warga untuk membuat property pawai,” ucapnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved