Sambang Kampung
VIDEO - Cara Sederhana Membuat Topeng Kertas
Pertama, sobekan kertas ditempelkan di atas cetakan (misalnya cetakan berbentuk kepala harimau) dengan lem kanji.
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Parmin
Reportase: Pipit Maulidiya
SURYA.co.id | SURABAYA - Kampung Topeng, Jalan Girilaya Gang VII kini semakin sepi. Hanya ada beberapa yang masih produktif membuat topeng.
Salah satunya adalah Choirul Anam (52), warga Jalan Girilaya Gang 7 No 21.
Meski begitu, Choirul tidak putus asa dan akan terus melestarikan budaya membuat topeng kertas.
Menurutnya itu adalah warisan budaya dan biasa digunakan untuk meramaikan acara-acara keagamaan seperti Maulid Nabi.
Namun, seiring zaman topeng-topeng ini mulai jarang diminati.
Saat berkunjung ke Kampung Topeng, Choirul menunjukkan cara sederhana membuat topeng kertas.
Pertama, sobekan kertas ditempelkan di atas cetakan (misalnya cetakan berbentuk kepala harimau) dengan lem kanji.
Setelah kertas putih menempel keseluruhan, tahap kedua barulah kertas yang sedikit tebal, seperti kertas map.
Tahap terakhir ditutup kembali dengan sobekan kertas warna putih polos. Tunggu hingga kering, batu siap dicat dengan cat minyak.
Satu topeng, Choirul menjualnya dengan harga Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu.