Sambang Kampung

Choirul Anam Berharap Pemkot Dukung Pelestarian Topeng Kertas Girilaya

Pihaknya berharap ada kebijakan untuk menyediakan lahan dan dukungan pemasaran dari Pemkot akan kembali menghidupkan kampung topeng di Girilaya.

Choirul Anam Berharap Pemkot Dukung Pelestarian Topeng Kertas Girilaya
surya/achmad zaimul haq
EKSIS - Choirul Anam (47) merupakan salah satu perajin topeng kertas di kampung Girilaya yang tersisa. 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Salah satu yang menjadi sebab banyak warga kampung Girilaya, yang sempat dikenal sebagai kampung topeng, beralih profesi tak lagi membuat topeng kertas adalah masalah pasar.

Tak hanya minat anak-anak yang mulai luntur untuk bermain topeng kertas, melainkan juga karena kurang adanya wadah atau tempat berjualan bagi pengrajin dan penjual topeng kertas.

Sebagaiaman disampaikan oleh Choirul Anam, perajin topeng kampung topeng, saat muludan di pasar Genteng, Pasar Kembang, terdapat titik musiman pasar topeng.

Di hari-hari besar Islam tertentu banyak perajin yang membuka lapak untuk berjualan topeng di sana. Bahkan sampai berjejer.

"Saat ini hal itu sudah tidak ada lagi. Padahal adanya pasar khusus tematik seperti itu bisa tetap membantu pelestarian untuk topeng kertas hasil produksi kami," kata Anam.

Ia menyebut sejauh ini peran Pemkot dalam membantu penjualan para perajin topeng masih lemah. Bahkan tidak ada sentuhan dari Pemkot yang mampu menyuntik semangat perajin bisa terus eksis.

Pihaknya berharap ke depan akan ada kebijakan untuk menyediakan lahan dan dukungan pemasaran dari Pemkot akan kembali menghidupkan kampung topeng di Girilaya.

"Kami pernah dijanjikan akan dapat bantuan sebesar Rp 500 ribu, sudah lama. Sudah tanda tangan tapi tidak ada aliran dana bantuan," kata Anam.

Pihaknya berharap meski tidak berupa bantuan dana segar untuk modal, paling tidak ada event-event yang diselenggarakan Pemkot agar meningkatkan peluang daya jual topeng kertas milik kampung Topeng Girilaya.

Hal serupa juga disampaikan oleh Muhammad Imam Syafii, warga kampung Girilaya. Ia menyebutkan peluang untuk menjual topeng kertas ini tetap ada jika ada dukungan yang cukup dari banyak pihak.

"Kalau pemerintah mendukung, orderan terus ada, maka usaha ya bisa jalan terus. Topeng kertas akan terus lestari," katanya.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved