Rabu, 8 April 2026

Lifestyle

Melukis Kaca Rumit dan Perlu Ketelitian, Toto Sunu Patok Harga Rp 1,2 Miliar

Menurut Toto, melukis di atas kaca perlu teknik khusus. Tak hanya bahannya berupa cat khusus kaca, arah goresan pun harus dipikir secara cermat.

Penulis: Achmad Pramudito | Editor: Parmin
surya/achmad zaimul haq
PASAR SENI LUKIS - Pelukis Toto Sunu menjelaskan teknik lukisannya dengan ujung jarum di atas kaca kepada pengunjung disela Pasar Seni Lukis Indonesia (PSLI) 2017 di JX International Ecpo, Jumat (13/10/2017). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Seni lukis tak terbatas pada media kanvas dan alat lukis berupa kuas. Melukis bisa pula dilakukan di atas sebuah kaca.

Gaya melukis yang langka ini dilakukan Toto Sunu, seniman asal Purwokerto. Berawal dari sebuah tantangan, Toto kini malah merasakan keasyikannya melukis di atas kaca.

“Ketika ikut pameran di Jakarta, saya diminta untuk melukis dengan cara yang tidak biasa, yaitu di atas kaca,” ujar Toto mengisahkan awal perjalananya menjadi pelukis kaca.

Tak ingin mengecewakan pihak penyelenggara, tantangan itu pun dia penuhi. Dan ternyata, karyanya itu mendapat apresiasi.

Menurut Toto, melukis di atas kaca perlu teknik khusus. Tak hanya bahannya berupa cat khusus kaca, tetapi arah goresan pun harus dipikir secara cermat sehingga ketika dilihat dari sisi lain karya lukis ini terlihat ‘normal’.

“Jadi kalau misal melukis orang sedang senyum dengan gerakan bibir ke kiri, maka saat melukis gerakan bibir dibuat ke arah kanan. Sehingga ketika lukisan jadi dan dilihat dari sisi depan kaca tetap senyuman dengan gerakan bibir ke kiri. Jadi proses melukisnya dibikin terbalik,” ungkapnya.

Saat ditemui di area Pasar Seni Lukis Indonesia (PSLI) ke-10 di Jx International, Toto mengungkapkan bahwa proses melukis kaca ini diawali dengan melumuri seluruh bagian kaca dengan cat hitam. Berikutnya adalah melukis objek.

Dan yang tak biasa, alat yang dipakai ‘melukis’ bukan kuas melainan potongan karton yang dia gerak-gerakkan sehingga membentuk gambar. Yang juga spesial, ayah empat anak ini bisa melakukan aksinya itu dengan mata tertutup.

“Ini bermula, ketika asyik melukis, tiba-tiba lampu padam. Karena dituntut segera selesai, maka saya lanjutkan melukis meski dalam keadaan gelap,”ucap pemilik nama asli Sumbar Prianto Sunu ini.

Pada lukisan sosok, Toto berkreasi dengan membuat titik-titik guratan kulit manusia
menggunakan ujung jarum. Dan untuk membuktikan keaslian proses melukis yang tidak biasa itu Toto menyediakan kaca pembesar di samping lukisannya.

“Biar bisa melihat detilnya pakai kaca pembesar, dan nggan dipikir menipu,” tandas Toto yang mengaku menguasai ilmu melukis ini secara otodidak.

Setelah gambar terbentuk, Toto lalu mengisi bagian-bagian yang kosong akibat goresan karton itu menggunakan cat semprot. “Warnanya sesuai yang diinginkan,” imbuhnya.

Selain mengambil objek umum untuk dilukis, Toto juga membidik sosok Presiden RI.

Di antaranya adalah Presiden Soekarno, Soeharto, dan juga Joko Widodo.

Ketika disinggung soal harga karya lukisnya, sambil menunjuk lukisan-lukisan sosok
presiden Toto spontan menjawab, ”Normalnya Rp 1,2 miliar. Tapi untuk di pameran ini kalau ada yang nawar Rp 500 ribu, saya bisa lepas.”

Tingginya harga yang dia patok, lanjut Toto, lantaran proses melukis sosok presiden itu memerlukan waktu cukup lama.

“Masing-masing saya kerjakan selama tiga bulan,” katanya.

PSLI yang berlangsung hingga 22 Oktober 2017 ini diikuti 193 pelukis dari berbagai kota di Tanah Air. Mereka mengisi 150 booth yang disediakan Sanggar Merah Putih selaku penyelenggara.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved