Senin, 4 Mei 2026

Berita Surabaya

Marak Peredaran Obat Ilegal, Ribuan Apoteker Turun ke Jalan Melakukan Aksi ini

Sebanyak 1.300 apoteker yang tergabung dalam IAI cabang Surabaya melakukan aksi damai di Car Free Day Taman Bungkul, Minggu (1/10/2017). 

Tayang:
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Musahadah
surya/fatimatuz zahro
Sebanyak 1.300 apoteker yang tergabung dalam ikatan apoteker indonesia melakukan aksi damai untuk menolak penyalahgunaan obat dan peredaran obat ilegal di car free day Taman Bungkul, Minggu (1/10/2017). 

SURYA.co.id I SURABAYA - Maraknya peredaran obat ilegal termasuk Paracetamol, Caffeine, Corisoprodol (PCC), lalu juga obat keras dumolid, membuat Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) merasa perlu melakukan aksi edukasi. 

Sebanyak 1.300 apoteker yang tergabung dalam IAI cabang Surabaya melakukan aksi damai di Car Free Day Taman Bungkul, Minggu (1/10/2017). 

Mereka long march di Taman Bungkul sembari sosialisasi simpatik ke pengunjung car free day dengan poster bersifat edukatif. 

Ketua IAI Jawa Timur Abdul Rahem mengatakan aksi ini digelar serentak di 38 kabupaten kota di Jawa Timur.

Total ada 9.300 apoteker yang turun aksi  damai hari ini se Jatim. Namun paling  banyak  ada di Surabaya dengan peserta 1.300 apoteker.  

"Aksi damai ini untuk mengedukasi masyarakat. Jangan sampai menggunakan obat dan mendapatkan obat dengan cara yang salah," katanya di usai long march. 

Obat harus didapatkan di tempat yang benar.

Ia mengimbau pada warga untuk tidak membeli obat di tempat yang ilegal, terutama di toko obat yang tidak berizin. 

Jika membeli obat di tempat tidak berizin, keabsahan obat diragukan.

Tidak hanya itu, dalam aksi ini ia juga mengedukasi agar jika ada obat yang sisa juga dibuang dengan cara yang benar. 

"Seperti PCC, itu belum terkategorikan sebagai obat. Sebab PCC belum mengantongi ijin edar obat. Dan di apotek jelas PCC tidak dijual," katanya. 

Maraknya kasus obat ilegal ini dikatakan Rahem, IAI butuh melakukan deklarasi dan menyatakan perang untuk obat ilegal. 

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua IAI Surabaya, Liza Pristianti. Ia menyebutkan aksi ini ditujukan agar warga teredukasi untuk mendapatkan obat yang bermutu. 

"Dalam memerangi obat ilegal, kami bersama Dinas Kesehatan, Satpol PP juga sempat turun melakukan sidak ke apotek yang ada di Surabaya. Yang merupakan instruksi dari wali kota," kata Liza. 

Dari sweeping itu memang tidak ditemukan adanya obat ilegal. Namun terdapat temuan tentang kurangnya penataan dan mangemen distribusi di beberapa apotek. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved