Selasa, 21 April 2026

Berita Madiun

PT INKA Madiun Kembali Mendapat Kontrak 250 Kereta Api Pesanan dari Pemerintah Bangladesh

PT Industri Kereta Api (INKA), Madiun kembali mendapatkan kontrak dari pemerintah Bangladesh sebesar sekitar Rp 1,3 triliun

Penulis: Rahadian Bagus | Editor: Cak Sur
SURYA Online/Rahadian Bagus
Sejumlah pegawai PT INKA sedang mengerjakan trainset pesanan Bandara Minangkabau dan Bandara Adi Sumarmo. 

SURYA.co.id|MADIUN -  PT Industri Kereta Api (INKA), Madiun kembali mendapatkan kontrak dari pemerintah Bangladesh sebesar sekitar Rp 1,3 triliun, untuk pemesanan 250 kereta api.

"Kontraknya sudah diteken. Ada 250 kereta api pesanan Pemerintah Bangladesh dengan nilai kontrak sebesar 100 dollar AS," kata Senior Manager Secretary, Public Relation dan CSR PT INKA, Cholik Mochammad Zam-Zam, Sabtu (30/9/2017).

Cholik menuturkan, jenis kereta api yang dipesan sama seperti pesanan tahun lalu, yakni BG dan MG.

Sebanyak 50 unit kereta api yang dipesan jenis Brod Gauge/BG (digunakan untuk rel 1.676 mm) dan 200 unit kereta api jenis Metre Gauge/MG (digunakan untuk rel 1.000 mm).

"Sesuai kontrak, pengerjaan 250 unit kereta api akan selesai hingga tahun 2019," katanya.

Cholik menambahkan, tahun ini PT INKA juga mendapatkan pesanan kereta dari dalam negeri.

PT INKA saat ini sedang memproduksi satu trainset untuk Bandara Minangkabau, Sumatra Barat dan dua trainset untuk Bandara Adi Sumarmo Solo.

"Proses pengerjaan dua kereta bandara sudah dalam tahap pabrikasi. Diperkirakan akan selesai pertengahan 2018,"imbuhnya.

Seperti diketahui, banyak negara yang tertarik memesan dan menggunakan kereta produksi PT Industri Kereta Api (Persero) Madiun.

Selain memproduksi untuk PT Kereta Api Indonesia, PT INKA juga mengekspor gerbong, kereta rel diesel, LRT, hingga lokomotif ke negara-negara lainnya.

"Produk kami juga sudah jalan di negara lain. Seperti Malaysia, Bangladesh, Australia, Filiphina, Afrika," kata Direktur Utama PT INKA R Agus Haryata Purnomo, Jumat (2/6/2017) silam.

Dia mengatakan, sudah ada 150 kereta yang diekspor ke negara lainnya.

Ia berharap, pendapatan ekspor yang diterima tahun ini mencapai 150 juta dolar AS.

Dia mengaku sudah melakukan survei ke beberapa negara dan meyakini kereta produksi Indonesia mampu bersaing dengan kereta asing.

Seperti contohnya kereta buatan Eropa, Jepang, dan China.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved