Senin, 1 Juni 2026

Citizen Reporter

Cara Mudah belajar Pecahan dari Potongan Roti Tawar

ada pecahan dalam potongan roti tawar ... inilah matapelajaran matematika yang bukan saja mudah dipahami siswa juga melahirkan suasana menyenangkan..

Tayang:
Editor: Tri Hatma Ningsih
muhimmatul azizah/citizen reporter
Belajar pecahan lewat potongan roti tawar 

Reportase Muhimmatul Azizah
Guru SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya

MATERI pecahan bagi sebagian siswa adalah hal yang tidak mudah. Untuk itulah harus disampaikan dengan cara yang menarik dan menyenangkan. Seperti yang dilakukan Tazkiyatun Nafsi Elhawa, guru kelas 3-D SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya. Ia mengajak siswa untuk mengenal  dan membandingkan pecahan dari sepotong roti tawar.

Ia membagi kelas menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok terdiri dari empat siswa. Masing-masing siswa dalam kelompok berbagi tugas membawa roti tawar, piring saji, kertas koran, dan selai yang disuka.

Hari berikutnya, Jumat (8/9/2017), semua siswa sudah tak sabar dan penasaran dengan tugas yang akan mereka lakukan. Seperti yang dirasakan oleh Athaullah, “ayo Bu Tazkia, kita mau kerjakan apa.”

Tazkia mengajak siswa menata meja sesuai kelompok masing-masing. Instruksi berikutnya, meja diberi alas kertas koran, supaya tidak kotor.

Kemudian, setiap kelompok menata roti tawar yang masih utuh di atas meja, selanjutnya roti tawar tersebut boleh diberi selai aneka rasa. Kemudian roti tawar yang sudah diberi selai dipotong menjadi 1/1, 1/2, 1/3, 1/4, 1/6 bagian. Berikutnya menyajikan setiap potongan roti tawar di piring saji.

Tugas kedua adalah membandingkan bagian-bagian roti tawar yang sudah dipotong, bagian mana yang lebih besar, lebih kecil  atau sama dengan yang lainya. Apakah 1/2 bagian lebih kecil, lebih besar atau sama dengan 1/3 bagian dan seterusnya.

Terakhir mereka menuliskan hasil kerja kelompok di kertas tugas yang sudah diberikan dan mempresentasikan di depan kelas.

Setelah kerja kelompok usai, Tazkia mengajak siswa membersihkan meja dan tempat sekitar kelompok agar kelas kembali bersih dan nyaman untuk belajar.

Mereka sangat senang dengan aktivitas yang baru dilakukan. Seperti kesan Arvin Maulana, “ternyata belajar pecahan itu mudah dan menyenangkan, apalagi setelah itu makan-makan bersama.”

"Lewat sepotong roti tawar ini siswa bukan hanya mengenal pecahan tetapi sekaligus dapat membandingkan pecahan," jelas Tazkia, alumnus Universitas Negeri Surabaya ini juga menambahkan ada materi karakter dalam pelajaran tersebut.

“Selain siswa mengetahui dan memahami pecahan, mereka juga belajar  tanggung jawab dan kerjasama kelompok,” imbuhnya.

Seru bukan? 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved