Breaking News:

Citizen Reporter

Mempertemukan Niat dan Passion Jadilah Buku

banyak teori menulis ditawarkan ... bagi Widya Ross, penulis cerita anak, niat menulis saja tak cukup, harus ada passion untuk menelurkan buku ...

pixabay.com
ilustrasi 

Reportase Dinda Ayu Maulida
Mahasiswa Pendidikan Luar Biasa di Universitas Negeri Malang

BUKU terbaru Widya Ross, penulis cerita anak yang dirilis di tahun 2017 ini berjudul Warna-warni Cerita Seru dari Raja Ampat. Dan, Minggu (3/9/2017) lalu dibedah di TB Gramedia Malang.

Sesuai judulnya, mudah ditebak bila isi buku ini tentang wisata Raja Ampat di Papua Barat. Widya Ross mengakui bila dirinya belum pernah mengunjungi Raja Ampat.

Pertanyaan pun muncul, bagaimana bisa Widya menulis buku tentang Raja Ampat namun belum pernah mengunjunginya?

Di zaman serba instan, jaringan internet tak hanya wahana bermedia sosial, namun juga menawarkan banyak kemudahan lainnya. Mesin pencari semacam Google menjadi jawaban bagaimana sebuah buku bisa begitu sarat menawarkan informasi dengan bantuan mesin pencari macam Google.

Dan buku Widya Ross yang mulai digarap tahun 2015 lalu itu baru diterbitkan tahun 2017 ini. Selain menghimpun data secara detail tentang Raja Ampat, juga pengerjaan ilustrasi buku full colour.

Begitu penjelasan Widya yang mengaku lebih memilih menulis cerita anak lantaran keresahannya akan minat baca yang rendah di negara Indonesia ini.

Selain, Widya merasa miris melihat kondisi anak-anak zaman sekarang yang lebih tertarik gawai daripada buku.

Selain berbagi cerita tentang seluk-beluk buku terbarunya, Widya Ross juga berbagi ilmu mengenai konsistensi dalam menulis.

Konsistensi menulis, ujarnya, bisa didapat dari dua hal, yakni niat dan passion. Apa yang diniatkan akan menjadi tujuan awal dari tahap menulis.

Selanjutnya terletak pada passion diri, ingin menulis cerita anak namun hidupnya tidak seceria anak-anak, hal tersebut sedikit banyak akan berdampak pada tulisan.

Kebuntuan ide wajar dialami para penulis, dan Widya menyarankan agar menggali ide lagi yang dapat dilakukan dengan cara pergi ke toko buku, sekadar riset tentang genre tulisan yang sedang ditulis, memanfaatkan jaringan internet dengan cara bijak, serta manajemen waktu yang seimbang antara menulis dengan melakukan aktivitas lainnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved