Rabu, 15 April 2026

Berita Kediri

Rekonstruksi Pembunuhan Anak Punk di Kediri, Ada 47 Adegan Sadis Diperagakan

Rekonstruksi diawali pertemuan anak punk pimpinan Monsha Satria di ruko mangkrak Pasar Grosir Ngronggo.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Titis Jati Permata
surya/didik mashudi
Reka ulang anak punk saat membawa jasad korban naik sepeda motor di halaman belakang Mapolsek Kota Kediri, Jumat (15/9/2017). 

SURYA.co.id | KEDIRI - Sebanyak 12 Tersangka penganiayaan yang menewaskan Imam Subekti (25) anak punk menjalani rekonstruksi.

Reka ulang ini digelar di halaman belakang Mapolsek Kota Kediri, Jumat (15/9/2017).

Ada 47 adegan kasus penganiayaan yang merengut korban Imam Subekti yang baru tiga hari bergabung komunitas punk.

Para pelaku memperlihatkan perannya masing-masing saat mengeroyok korban.

Rekonstruksi ini disaksikan pengacara tersangka Emi SH dan rekan, jaksa Budi Hari SH serta Ida Wening Setiasih, Mujiwiyati dan Sutari dari Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kediri.

Rekonstruksi diawali pertemuan anak punk pimpinan Monsha Satria di ruko mangkrak Pasar Grosir Ngronggo.

Selain ngumpul, anak punk ini menggelar pesta miras jenis arak Jowo.

Selanjutnya, pelaku mengadili Imam Subekti yang dituduh telah melecehkan anak punk perempuan.

Pada reka ulang terlihat pelaku utama Monsha yang pertama kali memukul kepala korban dengan tangan kosong.

Reka ulang anak punk saat  membawa jasad korban di halaman belakang Mapolsek Kota Kediri, Jumat (15/9/2017).
Reka ulang anak punk saat membawa jasad korban di halaman belakang Mapolsek Kota Kediri, Jumat (15/9/2017). (surya/didik mashudi)

Selanjutnya disusul pelaku lainnya yang memukul dengan batu bata serta roti kalung ke kepala korban.

Akibat pukulan bertubi-tubi, korban sempat berupaya melarikan diri.

Namun pelaku lainnya menghalangi dan terus melakukan pemukulan bergiliran.

Selain memukul, ada pelaku yang menendang dan menginjak kepalanya.

Setelah semalaman dikeroyok ramai-ramai, kondisi korban tidak sadarkan diri.

Mengetahui korban sudah tak sadar, Monsha kemudian sempat mengecek hidung dan nadi korban di bagian leher.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved