Berita Malang Raya
BNN : Waspadai Peredaran Pil PCC di Kalangan Pelajar, Seperti Ini Penampakannya
Pil PCC yang sempat bikin heboh di media sosial ini, menyasar anak muda dengan pemberian awalnya gratis.
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id | MALANG - Kepala BNN Kota Malang AKBP Ir Bambang Sugiarto MSi meminta pelajar mewaspadai peredaran pil PCC.
Pil yang sempat bikin heboh di media sosial ini, menyasar anak muda dengan pemberian awalnya gratis.
"Pil PCC ini jenis baru. Selintas rumornya dari bahan flaka," jelas Bambang usia mengikuti kegiatan Hari Pramuka di Balai Kota Malang, Kamis (14/9/2017).
Pilnya warna putih dan ada tulisan PCC. Ia mengimbau ke orangtua lebih mengawasi anaknya.
Sedangkan pelajar dihimbau agar tidak mudah menerima pemberian orang lain.
Sebelumnya, pil PCC beredar di Kendari, Sulawesi Tenggara. Penjualnya ibu rumah tangga dan pelajar diberi gratis.
"Biasanya modusnya seperti itu. Awalnya diberi gratis. Setelah itu setelah kecanduan akan membeli," kata dia.
Pola-pola itu biasanya dipakai sindikat. Ia berharap, peredaran PCC tidak sampai ke Malang.
Sasarannya ke pelajar, kata dia, kemungkinan karena dijual murah laiknya pil double L.
"Pil double L kan dijual murah. Per tik, isinya 8 dan dijual Rp 10.000," ujarnya.
Dan jenis PCC adalah yang baru. Ia khawatir itu hanya istilah untuk mengelabui penegak hukum.
Seperti halnya istilah pil double L ada yang menyebut nipam, pil koplo, double L atau lele. Namun barangnya sama saja.
Informasi Bambang, BNNP Sultra telah menangkap pelakunya beserta 6000 pil PCC dan jenis lainnya sebanyak 2000 butir.
Ny Retnowati seorang wali murid mengaku mendapat share info soal pil PCC lewat broadcast di WA yang menyebar cepat ke antar wali murid.
"Saya pikir pil apa," kata dia. Namun ia mendapat info baru. Apalagi infonya bukan hoax.
"Baik orangtua dan siswa hal ini juga menjadi kewaspadaan. Semoga tidak beredar di Malang," harap Retno.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/pil-pcc_20170914_163341.jpg)