Senin, 1 Juni 2026

Berita Surabaya

Rusun Sombo Kumuh, Risma Ambil Cat, Sapu lalu Lakukan ini Bersama Para Stafnya

Kondisi rusun sewa Sombo yang kumuh dan tak terawat menjadi perhatian Pemkot Surabaya.

Tayang:
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Musahadah
surya/fatimatuz zahro
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memimpin langsung kerja bakti dan pengecatan rusun Sombo, Sabtu (9/9/2017). 

SURYA.co.id I SURABAYA - Kondisi rusun sewa Sombo yang kumuh dan tak terawat menjadi perhatian Pemkot Surabaya.

Sabtu (9/9/2017) pagi, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengerahkan jajarannya untuk kerja bakti dan mengecat massal di rusun padat yang memiliki 10 blok itu.

Pengecatan dilakukan dengan mewarna ulang tembok-tembok yang sudah lusuh dan pudar dengan warna kuning muda.

Ini ditujukan agar salah satu rusunawa tertua di Surabaya itu tampak segar dan baru.

Tidak hanya itu, Risma juga mengerahkan Satpol PP dan Linmas untuk membereskan barang-barang tidak terpakai dan membongkar bangunan tak berpenghuni yang ada di kawasan Rusun Sombo.

"Ya ini kita bersihkan karena sudah lama nggak dicat kita cat ulang," kata Risma di sela-sela kerja bakti.

Tak segan Risma turun turun langsung membersihkan sudut-sudut rusun yang butuh sentuhan cat baru. Ia bergabung bersama warga rusun Sombo mengecat muka rusun.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memimpin langsung kerja bakti dan pengecatan rusun Sombo, Sabtu (9/9/2017).
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memimpin langsung kerja bakti dan pengecatan rusun Sombo, Sabtu (9/9/2017). (surya/fatimatuz zahro)

Memang saat ini pengecatan baru untuk tahap muka rusun saja, sedangkan bagian dalam akan dilanjutkan dalam waktu dekat.

Menurutnya banyak yang harus diperhatikan dari Rusun Sombo ini. Seperti atap-atap yang sudah rusak akan diganti, jaringan utilitas yang sudah tidak layak juga akan diganti baru.

Namun menurutnya perawatan yang dilakukan untuk rusun yang ditinggali sekitar 2000 penduduk ini mengganti sarana yang rusak saja. Sedangkan untuk revitalisasi total masih belum bisa dilakukan.

"Kalau revitalisasi belum lah, kalau mau direvitalisasi mereka harus pindah kemana yang tinggal di sini," kata Risma.

Lebih lanjut Risma mengakui bahwa di rusun ini banyak bangunan tambahan.

Penyewa rusun banyak yang menambahkan bangunan ruang di sekitar unit yang mereka sewa dengan tambahan bangunan.

Mulai yang sifatnya permanen dengan kayu maupun yang permanen dengan batu bata. Akan tetapi Risma menyebut belum bisa menertibkan.

"Nanti kita lihat, bangunan tambahan yang membahayakan dan mengganggu akan kita bongkar," kata Risma.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved