Berita Malang Raya
VIDEO - Begini Resep Hidup Sehat Menurut Prof Fatchiyah MKes PhD dari UB Malang
"Masyarakat bisa dibiasakan untuk tidak selalu minum obat jika sakit, tetapi memanfaatkan kandungan yang dimiliki kekayaan alam Indonesia."
Penulis: Neneng Uswatun Hasanah | Editor: Parmin
Reportase: NENENG USWATUL HASANAH | MALANG
SURYA.co.id | MALANG - Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam berupa tanaman pangan yang memiliki berbagai manfaat untuk tubuh.
Kekayaan alam itu juga sering menarik perhatian para peneliti lokal hingga peneliti asing, bahkan peneliti Indonesia kerap kali diminta menjadi pembicara di luar negeri.
Direktur utama Biosains UB, Prof Fatchiyah MKes PhD mengatakan peneliti mengusulkan pembentukan komunitas untuk sharing hasil penelitian tentang nutrisi dan penyakit metabolik.
"Akhirnya saat itu dibentuklah Indonesia Natural and Nutraceutical Society atau INNS. Kebetulan saya ditunjuk sebagai ketua," ujar Fatchiyah.
Prof Fatchiyah menyatakan hal itu usia menjadi pembicara pada workshop di UGM mengenai nutrisi, Selasa (5/9/2017).
INNS juga telah disetujui oleh Dirjen Dikti untuk pengembangan kekayaan natural Indonesia.
"Masyarakat bisa dibiasakan untuk tidak selalu minum obat jika sakit, tetapi memanfaatkan kandungan yang dimiliki kekayaan alam Indonesia," jelasnya.
Ia mencontohkan varietas padi yang dimiliki Indonesia. Indonesia memiliki varietas beras hitam dan beras merah untuk menangani obesitas.
"Beras hitam itu dicampur dengan ketela pohon dan beras merah dan dikemas agar tidak mudah mendatangkan kutu, bisa menurunkan obesitas," kata Fatchiyah.
Selain itu juga ada daun kelor yang bisa dibuat menjadi teh dan dipakai untuk pengobatan diabetes.
"Sebenarnya selama kita belum ada diagnosis atau positif mengidap suatau penyakit, makan saja seperti biasa dengan menu sehat dan porsi tidak berlebih. Tidak perlu minum obat pencegahan, karena obat-obat tersebut malah akan berefek ke metabolisme sehat kita dan bisa sampai menyebabkan kanker," terangnya.
INNS nantinya juga memiliki divisi edukasi pada masyarakat, pemerintah, dan pabrik untuk mengubah mindset warga Indonesia yang sebagian masih tergantung dengan obat.