Sabtu, 2 Mei 2026

Sambang Kampung

Kampung Putat Jaya Bersolek dengan Mural 3D, Ketua RT 3 Sarbani: Kami Ingin Kampung ini Tampil Beda

Salah satunya, saat pertama masuk ke gang tersebut. Pemandangan pertama yang ada di paving jalan itu, adalah jurang lebar yang menganga.

Tayang:
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Parmin
surya/achmad zaimul haq
MURAL 3D - Mural tiga dimensi di Putat Jaya gang II menambah kesan kreatf di kawasan Dolly. Mural bisa menjadi media penarik minat wisatawan. 

SURYA.CO.ID | SURABAYA - Warga kampung Putat Jaya Gang II RT 3 RW 3 terus bersolek untuk bisa membangun image baru pascapenutupan lokalisasi Dolly - Jarak.

Salah satu inovasi baru di kampung yang terkenal dengan produk minuman olahan rumput laut ini adalah diciptakannya mural tiga dimensi (3D).

Aneka mural tiga dimensi ini langsung menyambut pengunjung kampung dari mulut gang II Putat Jaya. Lebar gang yang hanya sekitar tiga meter di kampung ini sudah berubah total.

Salah satunya, saat pertama masuk ke gang tersebut. Pemandangan pertama yang ada di paving jalan itu, adalah jurang lebar yang menganga.

Jika tidak mau terjerembab masuk ke dalam jurang, maka harus melewati seutas jembatan yang tampak ringkih. Harus hari-hati, sebab jika terpeleset sidikit saja bisa masuk ke dalam jurang.

Eits, namun bukan bukan nyata, melainkan efek lukisan di atas paving jalan yang menggunakan teknik tiga dimensi.

Gambar mural ini pun banyak menarik minat anak-anak muda juga wisatawan luar kampung untuk berfoto-foto.

Ketua RT 3 RW 3 Kelurahan Putat Jaya Kecamatan Sawahan, Sarbani, mengatakan membangunan kampung mural tiga dimensi ini baru dimulai sebulan terakhir. Ia yang memiliki adik jago membuat mural diajak sharing soal idenya membuat kampung jadi lebih meriah.

"Setelah saya ajak bicara ternyata disambut untuk membuat gambar-gambar tiga dimensi yang sekarang sedang marak. Ya sudah sekalian untuk membranding kampung," ucap Sarbani, Rabu (30/8/2017).

Ia menyebutkan, saat ini baru ada dua titik mural yang dibuat. Bukan hanya adik ketua RT yang mengerjakan, namun warga kampung ini juga ikut membantu pelaksanaan pembuatan mural. Mereka gotong royong untuk bisa membuat kampung mereka hidup.

Terlebih bulan Agustus adalah bulan kemerdekaan yang identik dengan ajang bersolek kampung. "Kami dapat bantuan cat dari kecamatan. Jadi ide kami sampaikan ke pak Camat ternyata langsung disambut, semua cat disuplai oleh kecamatan," katanya.

Ada 20 kaleng cat lebih uang yang disumbangkan ke kampung ini dan langsung semangat dipakai warga untuk mengecat kampung.

Selain di ujung gang, di tengah juga sudah ada mural tiga dimensi yang baru rampung digarap. Gambarnya lebih atraktif dibandingkan dengan yang ada di mulut gang.

Mural tiga dimensi ini digambar di depan pusat olahan minuman khas kampung ini yaitu olahan rumput laut Orumi. Mural yang digambar di sana berupa air terjun yang deras.

Bukan air biasa yang terjun melainkan air Orumi. Di atasnya ada jembatan yang bisa dilalui dan dipakai untuk berfoto.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved