Minggu, 19 April 2026

Gunung Kemukus Kian Mendunia, Begini Sebenarnya Ritual Tukar Pasangan di Sana

Ritual seks dan tukar pasangan di Gunung Kemukus terus menjadi sorotan dunia.

Editor: Tri Mulyono
tribunjateng/suharno
Pemkab Sragen Larang Wisata Seks di Gunung Kemukus 

Karenanya, tak aneh kalau ada sementara peziarah mencari jalan yang gampang saja.

Pokoknya, asal tetap mematuhi prinsip tak berganti-ganti pasangan selama tujuh kali berturut-turut.

Nama Gunung Kemukus di Sragen, Jawa Tengah mendadak tenar seantero dunia usai Patrick Abboud, jurnalis asing dari program Dateline SBS Australia, yang membuat kisah ritual seks aneh di gunung tersebut.

Lokasi itu pun kini terkenal dengan nama 'Gunung Seks'.

Dikutip dari situs Dailymail.co.uk mereka yang melakukan ritual seks mulai dari pria beristri, ibu rumah tangga, pejabat, hingga pekerja seks komersial (PSK).

Bahkan, lokasi itu kerap dijadikan tempat prostitusi.

Tempat itu kini begitu populer sehingga menarik wisatawan lokal.

Ironisnya, pemerintah setempat saat itu menarik pungutan kepada mereka yang memasuki kawasan tersebut.

"Ini sebuah kontradiksi. Pemerintah mengetahui perzinahan yang terjadi, tetapi mengabarkan sesuatu yang berbeda dan menutup mata," kata Abboud dikutip Daily Mail.

Menurut dia, pemerintah dan tokoh agama setempat terkesan membiarkan prostitusi berkedok ritual di Gunung Kemukus.

Selain bertolak belakang dengan ajaran agama, aktivitas tersebut juga rawan penyebaran penyakit kelamin.

Dia menggambarkan ritual itu sebagai kejadian yang luar biasa mengejutkan.

Ia pun menunjukkan foto-foto orang sebelum melakukan ritual seks di Gunung Kemukus.

Berdasarkan penelusurannya, ritual seks di Gunung Kemukus berawal dari kisah seorang pangeran muda yang memiliki hubungan asmara dengan ibu tirinya pada abad ke-16.

Keduanya bercinta di puncak Gunung Kemukus, kemudian tertangkap basah, lalu dibunuh dan dikubur di sana.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved