Sabtu, 11 April 2026

Fusion Jazz Community, Kenalkan Jazz Mulai Dari Pasar Sampai ke Kampus-kampus

Musik Jazz memang belum bisa diterima oleh seluruh warga Surabaya. Untungnya, ada Fusion Jazz Community yang gencar manggung sampai ke pasar-pasar.

Penulis: Sudharma Adi | Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/Sudharma Adi
Anggota Fusion Jazz Community 

SURYA.co.id | SURABAYA - Keberadaan Fusion Jazz Community (FJC) menjadi salah satu pendobrak kembali bergairahnya jazz di Jatim dan Indonesia. Dengan konsep fusion jazz, event jazz gencar dilakukan di setiap sudut, mulai dari pasar hingga mal. Ini beralasan, karena FJC memiliki prinsip bagaimana setiap sudut bisa memandang dan mendengarkan jazz.

Manajemen FJC, Bestari Prawidyo membeberkan, dengan menggunakan Mayura Central Building lantai dua sebagai sekretariat FJC, maka semua jenis event fusion jazz bisa terkonsep dengan matang.

“Musik jazz bisa dikenal ketika event digelar di setiap tempat. Lewat fusion jazz ini, semua kalangan mengenal jazz dan akhirnya bisa mendalami jazz ini,” terangnya.

Dengan konsep membenturkan musik jazz dengan aliran musik lain seperti pop, rock hingga dangdut, FJC mulai bersafari ke sudut tempat. Safari pertama adalah menjangkau semua pasar tradisional di Surabaya.

Ada lima pasar tradisional yang jadi jujugan tetap FJC saat bermusik, yakni Pasar Kapas Krampung, Pasar Keputran, Pasar Tambakrejo, Pasar Dukuh Kupang Barat, dan Pasar Bratang. Safari di pasar-pasar itu dilakukan setiap Sabtu.

(Baca: Sepi Event, Pemusik Bentuk Fusion Jazz Community)

Dengan band bentukan dari FJC, mereka mampu menarik minat konsumen yang sedang berbelanja. Bahkan, beberapa penjual di pasar juga merespon dengan request lagu pada FJC ketika bermusik.

“Permintaan lagu yang diinginkan bukan dangdut atau aliran lain, tapi yang jazz mainstream. Ini membuktikan bahwa sebenarnya sebagian masyarakat mengapresiasi positif pada jazz,” katanya.

Selain ke pasar-pasar, FJC juga merambah ke kapal perang. Selama tiga tahun terakhir, FJC brrmusik fusion jazz di atas kapal perang milik Armatim saat berlabuh di Pelabuhan Tanjung Perak. Dengan misi ingin mengenalkan jazz pada tentara TNI AL, FJC bermusik selama kapal perang mengarungi Selat Madura.

“Kami ber-jam session dengan perwira TNI AL yang ada di atas kapal. Mereka antusias dengan musik jazz ini,” ujarnya.

Safari FCJ berikutnya adalah mengenalkan jazz pada masyarakat umum, terutama pengguna jalan di Surabaya. Ini dengan adanya event Tunjungan Jazz Street, dimana FJC menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) pada tiga tahun lalu.

Pada event ini, FCJ berkolaborasi dengan kesenian Reog Ponorogo. Kolaborasi dengan fusion jazz membuat musik menjadi rancak dan mengundang ketertatikan masyarakat. Tak heran, event ini sampai menutup jalan karena antusias penonton yang ingin menikmati event itu.

“Kami juga pernah berkolaborasi dengan seni ludrukan lewat Kartolo cs,” tegasnya.

Yang juga jadi bidikan FJC adalah para akademisi. Itu terlihat dengan safari musik fusion jazz ke semua kampus di Surabaya, baik swasta maupun negeri. Tak hanya menggeber fusion jazz saja, mereka juga menggelar workshop dan seminar tentang musik jazz. Pemaparan secara akademis dan event fusion jazz, membuat para mahasiswa mengenal jazz.

“Pengenalan jazz tak hanya di kampus-kampus saja. Kami juga menjangkau sekolah-sekolah,” katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved