Dialihfungsikan Jadi Perumahan, Lahan Pertanian di Sidoarjo Kian Menyusut
Luas lahan pertanian di Sidoarjo semakin lama semakin habis. Penyebabnya adalah karena banyak lahan dialihfungsikan menjadi perumahan.
Penulis: Irwan Syairwan | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id | SIDOARJO - Lahan pertanian di Sidoarjo semakin menyusut. Kalangan dewan meminta Pemkab Sidoarjo melakukan upaya pencegahan agar lahan pertanian yang tersisa tidak lagi dialihfungsikan.
Anggota Komisi C DPRD Sidoarjo, Widagdo, Kamis (24/8/2017), mengatakan lahan pertanian Kota Delta menyusut lantaran dialihfungsikan menjadi kawasan perumahan.
"Kalau tak dilakukan sesuatu, Sidoarjo tak akan lagi punya lahan pertanian nantinya," kata Widagdo.
(Baca: Restoran di Sidoarjo akan Dipajaki- Pengusaha Minta Terlibat Gogok Perda, untuk Warung Kecil . . . .)
Politisi Partai Gerindra ini menuturkan masalah lahan pertanian ini memiliki dampak besar. Ketahanan pangan, gejolak harga pangan, dan lainnya, adalah contoh dari efek berkurangnya lahan pertanian.
Dikatakan, Sidoarjo memang masih memiliki puluhan ribu hektar lahan pertanian. Namun, kalau tidak dijaga akan semakin berkurang seiring bertambahnya urbanisasi sehingga lahan pertanian tersebut dialihfungsikan menjadi perumahan.
Widagdo meminta pemkab untuk membeli sendiri lahan pertanian yang diketahui akan dijual oleh pemiliknya. Dengan memiliki lahan pertanian tersebut, OPD terkait tinggal memanfaatkannya.
Bahkan, lanjutnya, bisa membuka lapangan pekerjaan, yaitu bekerja sama dengan petani untuk menggarap lahan tersebut.
"Memang sekarang susutnya tidak terasa. Namun kalau tak dihentikan sekarang, 10 tahun akan kelihatan efeknya," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/0508sawah-kering3_20150805_104326.jpg)