Pertama di Indonesia, Festival Balon Udara Akan Digelar di Ponorogo
Untuk pertama kalinya di Indonesia akan digelar festival balon udara. Tempatnya pun di Ponorogo, Jawa Timur.
Penulis: Rahadian Bagus | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id|PONOROGO - Tradisi menerbangkan balon setiap perayaan lebaran di Ponorogo dilarang oleh pihak kepolisian karena membahayakan penerbangan dan bisa menyebabkan kebakaran.
Larangan tradisi menerbangkan balon pada saat lebaran menjadi pro dan kontra di kalangan masyarakat. Sebagian besar masyarakat menganggap menerbangkan balon setiap lebaran sudah menjadi bagian dari tradisi. Tidak lengkap rasanya perayaan lebaran tanpa menerbangkan balon.
Namun, sebagian warga khawatir balon dapat menyebabkan padamnya listrik dan mengakibatkan kebakaran rumah.
Selain itu, balon udara juga membahayakan penerbangan. Menerbangkan balon udara melanggar pasal 210 Jo pasal 421 (2) UU RI nomor 01 tahun 2008 tentang Penerbangan.
(Baca: Polisi Gagalkan Penerbangan 149 Balon Udara, Terbesar Berdiameter 5 Meter dan Panjang 25 Meter)
Oleh sebab itu, Polres Ponorogo, bersama Pemkab Ponorogo dan Ansor PCNU Ponorogo akan menyelenggarakan Festival Balon Udara pada Minggu (3/9/2017) di Lapangan Desa Nongkodono, Kecamatan Kauman, Ponorogo.
Wakapolres Ponorogo, Kompol Suharsono menuturkan, dalam Festival Balon Udara, pihak Polres hanya sebagai inisiator dan bukan pelaksana. Ide menyelenggarakan Festival Balon Udara muncul setelah banyakanya aspirasi warga yang menginginkan tradisi menerbangkan balon di Ponorog tetap ada.
"Karena adanya tradisi masyarakat Ponorogo, kalau Hari Raya belum menerbangkan balon belum lebaran. Di sisi lain menerbangkan balon tanpa awak tidak terkendali membahayakan penerbangan,"kata Suharsono usai menjadi pembicara dalam dialog publik tentang tradisi balon udara di Ponorogo, di Gedung Sasana Praja Pemkab Ponorogo, Rabu (23/8/2017) siang.
Dikatakanya, Polres Ponorogo mempunyai inisiatif untuk mengakomodir kebiasaan masyarakat Ponrogo menerbangkan balon dalam bentuk festival.
"Tentunya balon nanti akan diikat sehingga bisa dikendalikan. Tetap bisa terbang, bisa menjadi hiburan dan menjadi wisata tetapi tidak menganggu penerbangan," katanya.
(Baca: VIDEO - Lebaran Ketupat, Warga Jombang Gelar Tradisi Terbangkan Balon Udara)
Untuk teknis pelaksanaan festival balon udara yang diklaim sebagai festival balon udara pertama di Indonesia ini akan dibahas lagi dan akan disampaikan pada saat techincal meeting.
"Teknisnya nanti akan disampaikan saat technical meeting. Besarnya berapa, panjangnya berapa, dan cara mengikatnya seperti apa," katanya.
Sementaraa itu, Ketua Panitia Festival Balon Udara, Heru Susanto, mengatakan balon udara sudah dikenal masyarakat Ponorogo sejak dahulu. Balon udara biasanya diterbangkan saat hari raya Idul Fitri maupun Idul Adha.
Namun, tradisi itu saat Lebaran lalu dilarang pihak kepolisian karena dianggap membahayakan penerbangan. "Kami kemudian duduk bersama pihak kepolisian dan pemerintah dan bersepakat untuk menyelenggarakan festival ini," kata Ketua Bidang Lingkungan Hidup Ansor Ponorogo ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/dialog-bahas-festival-balon-udara-di-ponorogo_20170823_174421.jpg)