Selasa, 7 April 2026

Hari Kemerdekaan Indonesia

Upacara HUT Kemerdekaan RI, NU Pamekasan Pakai Sarung

Berbeda dari upacara kemerdekaan pada umumnya, di Pamekasan, warga NU menggelar upacara dengan memakai sarung. Keren banget!

Penulis: Muchsin | Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/Muchsin
Petugas pengibar bendera mengenakan sarung saat upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-72 di kantor PCNU Pamekasan, Kamis (17/8/2017). 

SURYA.co.id | PAMEKASAN - Upacara memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-72 digelar keluarga besar Nahdlatul Ulama Pamekasan di halaman kantor PCNU Pamekasan, Kamis (17/8/2017).

Berbeda dengan upacara pada umumnya, dalam upacara spesial ini, para peserta lelaki mengenakan sarung

Dalam upacara bendera itu, bertindak sebagai inspektur upara, Ketua PC NU Pamekasan, KH Taufik Hasyim.

Pesertanya sejumlah ulama dan kiai, Rektor Universitas Islam Madura (UIM) Achmad Asir, Ansor, IPNU, Pagar Nusa, badan otonom NU dan fatayat NU.

Meski peserta upacara ini mengenakan sarung, namun suasana khidmat tetap terlihat. Tidak ada tampak kecanggungan, baik saat peserta upacara menaikkan bendera merah putih dan berbaris.

(Baca: Luar Biasa! 3.500 Pendaki Ikut Upacara Kemerdekaan RI di Puncak Gunung Penanggungan)

Dalam sambutannya KH Taufik Hasyim, mengatakan degan upara ini hendaknya bisa menauladani semangat perjuangan pendahalu, yang telah gugur mengusir penjajah dari bumi Indonesia. Dan ia ingin kembali ke masa lalu, karena fakta sejarah kiai ikut dalam perjuangan, sehingga ia menonjolkan suasana santri.

Menurut Taufik Hasyim, lewat upacara in PC NU Pamekasan, merupakan organisasi yang besar. Jika mampu mampu mengelola dengan baik dan memanage dengan baik pula, maka ke depan NU semakin baik untuk pemimpin dan untuk bangsa.

Dikatakan, pihaknya bersyukur karena hidup di Indonesia, bisa menikmati tumbuh-tumbuhan yang tumbuh di Indonesia. Bisa hidup enak, merasakan seluruh apa yang diberikan Tuhan, terhadap bangsa ini tak lepas dari perjuangan pahlawan di masa lalu.

“Kami ucapkan terima kasih kepada panita, bisa melaksanakan upara ini dengan hidmat. Walau hanya dengan modal uang Rp 50 ribu, upacara di halaman kantor PC NU Pamekasan ini terlaksana dengan baik,” kata KH Taufik Hasyim.

(Baca: Unik Banget! Tokoh Pewayangan Ikut Upacara Kemerdekaan di Blitar)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved