Jumat, 29 Mei 2026

Citizen Reporter

Belajar Toleransi dari Boto Rubuh

musala tua dengan dinding rapuh, lantai berlumut, dan genting berlobang di beberapa bagian namun diyakini dulunya menjadi tempat syiar Islam ...

Tayang:
Editor: Tri Hatma Ningsih
novita umika sari/citizen reporter
Musala tua di Boto Rubuh tengah dibersihkan anak muda Dusun Biru 

Reportase Novita Umika Sari
Alumnus Universitas Negeri Malang

TERLETAK di Dusun Biru RT008/RW003 Singosari, Malang, warga setempat menyebutnya Boto Rubuh, persis di bawah Sumber Nagan. Bahkan berada dalam satu aliran sungai.

Untuk mencapai Boto Rubuh, harus melewati jalan setapak menukik turun sekitar 15 meter. Terdapat bongkahan batu besar yang mendasari penyebutan tempat ini. Pohon besar dan kolam kecil berada di lokasi yang mengesankan sakral.

Yang menjadikan tempat ini unik adalah musala dengan bangunan yang hampir rubuh. Dindingnya usang dengan ubin sedikit ditumbuhi lumut. Genting musala juga mulai lapuk dan berlubang di beberapa bagian.

Kendati demikian, musala ini tetap dirawat komunitas pemuda sekitar yang menamakan diri Pelangi Singosari. Secara berkala mereka membersihkan musala di Boto Rubuh dengan peralatan seadanya.

Tak ada sumber tertulis tentang area ini. Hanya sumber sejarah lisan sebagai sumber data. Berudara sejuk disertai semilir angin dari rerimbunan pohon yang asri. Air yang terdapat di kolam dan bilik pun sangat menyegarkan.

Jika dilihat dari keberadaan musala, besar kemungkinan dulunya musala digunakan sebagai tempat syiar Islam di Desa Gunungrejo, khususnya Dusun Biru.

Sementara Boto Rubuh memiliki nilai historis tersendiri bagi warga Singosari, khususnya Dusun Biru. Tak sedikit yang berkunjung ke Boto Rubuh karena percaya akan hal mistis yang tersembunyi di dalamnya.

Dari tempat ini pula, toponimi (sejarah penamaan suatu daerah) Dusun Biru berasal. Warga sekitar meyakini, asal muasal nama Dusun Biru berasal dari warna air yang sangat biru di Boto Rubuh ini. Air ini mengalir dari sumber mata air di atasnya, yaitu Sumber Nagan.

Hal ini menjadi menarik karena jika dilihat dari sejarahnya, Singosari jaman kuno merupakan salah satu Kerajaan Hindu terbesar yang pernah ada di Jawa Timur. Bahkan dapat dikatakan Singosari menjadi embrio dari Nusantara (jika dilihat dari hubungannya dengan Majapahit).

Dan ternyata terdapat tempat syiar agama Islam di Singosari yang warga sekitar memercayai disebarkan oleh Mbah Ghozali. Dan, dari Boto Rubuh dan Singosari kita dapat belajar banyak hal, salah satunya adalah toleransi antar umat beragama.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved