Rabu, 8 April 2026

Sidoarjo 8 Kali Dapat Adipura, Ini Kata Aktivis Lingkungan

Diraihnya penghargaan Adipura oleh Kabupaten Sidoarjo, disertai dengan komentar negatif dari Komunitas Jurnalis Peduli Lingkungan (KJPL).

Penulis: Irwan Syairwan | Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/Irwan Syairwan
TPA Jabon di Kabupaten Sidoarjo. Permasalahan pengelolaan sampah yang belum maksimal, membuat KJPL meragukan piala Adipura yang diterima kabupaten Sidoarjo. 

SURYA.co.id | SIDOARJO - Sidoarjo kembali meraih penghargaan Adipura untuk kali kedelapan, Rabu (2/8/2017).

Namun, kalangan aktivis lingkungan dari Komunitas Jurnalis Peduli Lingkungan (KJPL) Indonesia justru menganggap Sidoarjo dan kota-kota lain yang juga menerima penghargaan ini dinilai tak layak.

Ketua KJPL Indonesia, Teguh Adri Srianto, mengatakan kota/kabupaten penerima Adipura tetap memiliki berbagai problem lingkungan.

"Bukan hanya Sidoarjo, tapi kota/kabupaten lain tidak layak menerima penghargaan itu karena problem lingkungan yang masih tak terselesaikan," kata Teguh.

Teguh menuturkan, parameter penilaian Adipura yang dilakukan tim penilai Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) masih rancu. Dicontohkan, Sidoarjo meraih Adipura untuk kategori Kota Sedang.

Berdasarkan acuan penilaian, kategori kota sedang merupakan kota/kabupaten yang memiliki jumlah penduduk 100.001 - 500.000 jiwa.

Padahal, jumlah penduduk berdasarkan data Dispendukcapil Sidoarjo 2016 mencapai 2,199 juta jiwa.

"Belum lagi masalah sampah yang sudah sudah jadi masalah klasik Sidoarjo, namun belum terselesaikan," sambungnya.

Hal lain, Kota Surabaya yang hanya memiliki satu tempat pembuangan akhir (TPA), yakni TPA Benowo, dinilai masih jauh dari TPA ideal. Teguh mengklaim memiliki bukti otentik TPA Benowo membuang limbah cair ke Kali Lamong yang menurut KJPL Indonesia mencemari lingkungan.

"Padahal Surabaya dapat Adipura Kencana. Dengan sistem penilaian seperti itu, kami anggap penilaian Adipura masih belum layak. Kami pun tengah menggugat untuk mencabut Adipura Surabaya ke KLH," paparnya.

Kendati demikian, Teguh tak memungkiri adanya gelaran Adipura ini membangkitkan semangat menjaga lingkungan hidup, terutama kota/kabupaten yang belum meraihnya.

Para kepala daerah yang menerima pun memiliki beban moral untuk memerhatikan kebersihan kota/kabupaten mereka dan juga menjaga lingkungan.

"Kalau sudah dapat Adipura program kerja pemerintah daerah harus selaras untuk menjaga lingkungan. Jangan cuma dijadikan lipstik politik semata," ujarnya.

Mengutip kompas.com, Bupati Sidoarjo Saiful Ilah berjanji akan menuntaskan permasalahan sampah di Kota Delta dengan cara membangun tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) berskala besar. Hal itu disampaikan usai menerima sertifikat Adipura oleh Menteri Lingkungan Hidup, Siti Nurbaya Bakar, di Gedung Manggala Wanabhakti, Jakarta.

"Sedang dalam proses pembebasan lahan. Kami kejar target 2018 mulai berjalan pembangunannya," imbuh Saiful.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved