Sabtu, 11 April 2026

Ibadah Haji 2017, Inilah Barang-barang yang Dilarang Dibawa Oleh Jamaah Haji

Ibadah Haji 2017 bakal kembali berlangsung. Ingat, ini barang-barang yang dilarang untuk dibawa. Termasuk di antaranya cobek dan perkakas dapur lain.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/Galih Lintartika
Petugas memeriksa barang-barang bawaan calon jamaah haji yang akan dibawa ke tanah suci Mekkah. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Setiap pelaksanaan ibadah haji, selalu saja ada cerita-cerita seru dan unik tentang barang-barang bawaan jamaah haji, termasuk dari embarkasi Surabaya. 

Selalu saja, ada barang-barang aneh yang oleh petugas ditemukan hendak dibawa oleh para jemaah. 

Misalnya saja, cobek, wajan, panci, serta perkakas dapur lainnya. Dalih mereka selalu, agar bisa masak sewaktu-waktu. 

Menanggapi kemungkinan terulangnya hal itu, Sekretaris PPIH Embarkasi Surabaya, Sugianto mengeluarkan imbauan. 

"Tidak dipungkiri sebagian jemaah masih akan bawa. Kami imbau sebaiknya tak perlu bawa cobek atau sambal pecel. Apalagi ramuan Madura," kata Sekretaris PPIH Embarkasi Surabaya, Sugianto, Kamis (20/7/2017).

Saat ditemui usai Rapat Koordinasi Pengamanan CJH Embarkasi Surabaya, Sugianto menuturkan bahwa PPIH bisa memahami paikologis CJH.

Namun apa pun makanan jika dibawa keluar negeri harus aman dan dijamin tak ada bakteri. Sebab bisa mengganggu kesehatan jemaah juga.

Selain itu, jemaah tak perlu khawatir kalau di Tanah Suci tidak bisa makan karena bukan menu kampung. Catering dan makanan untuk jemaah haji di pemondokan atau penginapan di Mekkah adalah makanan Jawa.

Rakor Pengamanan CJH itu digelar dengan dihadiri semua pihak terkait. Mulai dari Polrestabes Surabaya, PPIH sendiri, Bea Cukai Juanda, PT Angkasa Pura, Kantor Kesehatan Pelabuhan, dan pihak terkait lainnya.

Informasi yang diterima, besok saat di Mekkah hanya berhak atas makan siang dan makan malam.

Yang sulit dihindari justru akan banyak jemaah yang membawa rokok melebihi ketentuan. Tren ini selalu tak bergeser. Jemaah menumpuk rokok untuk dibawa ke Mekkah.

Ada yang berdalih untuk konsumsi sendiri. Namun alasan ini tidak mausuk akal. Imam Subakti perwakikan Kantor Bea Cukai Juanda menuturkan bahwa sebenarnya tak ada batasan karena rokok telah dikenakan cukai.

Namun demi kenyamanan, panitia Haji berhak membatasinya. "Segala bawaan yang mengganggu dan mengancam keselamatan penerbangan tidak boleh," kata Imam.

Sutarno, Sekertaris 1 PPIH Embarkasi Surabaya menuturkan bahwa panitia memberi batasan bagi CJH dalam membawa rokok. Maklum, rokok bagi jemaah haji Embarkasi Surabaya seperti makanan pokok.

"Sesuai ketentuan, rokok yang boleh dibawa sebanyak 200 batang. Atau maksimal hanya boleh membawa 2 slop rokok," kata Sutarno.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved