TPID Targetkan Inflasi Jatim Hingga Akhir Tahun Tetap Stabil
Tim Pengendali Inflasi Daerah Jatim menargetkan inflasi jatim hingga akhir tahun tetap stabil.
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id | SURABAYA - Tingkat inflasi di Jawa Timur pada bulan Juni 2017, yang bersamaan dengan moment Ramadan dan Lebaran, tercatat rendah di kisaran angka 0,49 persen. Hasil tersebut membuat Tim Pemantau Inflasi Daerah (TPID), mentargetkan inflasi yang tetap stabil dan rendah hingga akhir tahun 2017.
"Komitmen kami inflasi yang tercatat di bulan Juni saat Ramadan dan Lebaran yang rendah itu, bisa dipertahankan, hingga tetap stabil dan rendah," kata Difi Ahmad Johansyah, Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan (BI KPw) Jatim, usai pertemuan High Level Meeting TPID Jatim "Stabilitas Harga Pangan Lewat Pembangunan Infrastruktur di Jatim" yang digelar di Hotel Majapahit, Rabu (19/7/2017).
Sementara di sepanjang tahun 2016 lalu, inflasi di Jatim mencapai 2,74 persen. Angka dibawah 3 persen itu jauh dari target yang mencapai 4±1 persen.
"Target kami di akhir tahun 2017 masih sama, tidak lebih 4±1 persen. Tapi memang dalam beberapa tahun terakhir sudah dibawahnya, dan itu cukup baik," tambah Difi.
Bahkan, akumulasi pencapaian inflasi Jawa Timur dalam periode Ramadhan & Lebaran ini tercatat lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata inflasi periode Ramadhan & Lebaran dalam kurun 3 (tiga) tahun terakhir.
Selain itu, pertama kali dalam kurun 5 (lima) tahun terakhir, inflasi kelompok volatile food pada periode Lebaran (Juli-17) tercatat deflasi sebesar -0,01%-mtm, sehingga dapat menopang terkendalinya inflasi umum (IHK) Jawa Timur di tengah meningkatnya tekanan inflasi kelompok administered price.
Kepala Biro Perekonomian Jawa Timur Ari Mukiyono, menambahkan, TPID telah merumuskan dan mensinergikan berbagai program pengendalian inflasi yang telah terdapat di beberapa instansi dan perangkat daerah dalam rangka mendorong penguatan infrastruktur baik dari aspek regulasi maupun pembangunan fisik.
"Untuk penguatan jaringan distribusi, kami lakukan dengan penguatan supply ke 4.600 gerai stabilisasi pangan di Jawa Timur yang dikelola oleh berbagai instansi, integrasi data SISKAPERBAPO dengan SIPAP (Sistem Informasi Perdagangan Antar Provinsi), database pasokan komoditas pangan strategis dan profil petani melalui pembentukan BIG Data Analytic Platform Inflasi Jawa Timur, dan pembukaan dan pemanfaatan 4 (empat) jembatan timbang di lokasi strategis untuk pemantauan arus barang di Jawa Timur," kata Ari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/tpid-targetkan-inflasi-sampai-akhir-tahun-stabil_20170719_215216.jpg)