Berita Surabaya
'Bau Awalnya Seperti Jengkol, Lama-lama Menyengat dan Warga Mulai Pingsan. . .'
warga saat itu mulai mencium bau yang menyengat. Mulanya baunya seperti pete atau jengkol.
Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.co.id | SURABAYA - Warga penghuni rusunawa Romokalisari mulai kembali ke rusun usai dievakuasi dari Masjid Al Ghorib dan Puskesmas Genting Gresik, Jumat (14/7/2017) siang.
Satu persatu warga tiba dengan didampingi kerabat dan juga tetangga yang tidak dievakuasi.
Lokasi sekitar rusun dianggap sudah aman lantaran bau menyengat sudah banyak berkurang.
Saat ini bau masih terasa menyengat khususnya di lokasi pembuangan limbah di sungai belakang rusunawa Romokalisari.
Sedangkan di rusun sudah tidak tercium bau menyengat.
Usai Injak Cairan Limbah, Kaki Warga Romokalisari Surabaya Melepuh, Kondisinya Saat Ini. . .
Aulia Bautama, warga blok B rusunawa Romokalisasi mengatakan bau mulai terasa, Kamis (12/7/2017) malam sekitar pukul 19.00 WIB.
Saat itu ia sedang berangkat kerja dan melihat satu kontainer di samping jembatan di sungai belakang rusun.
"Saat itu ada truk kontainer yang berhenti di sungai belakang rusun, petugasnya tampak seperti sedang eker kayaknya bertengkar habis menabrak pagar pembatas sungai," ucap Aulia bercerita setelah kembali dari puskesmas.
Ia menyebutkan, warga saat itu mulai mencium bau yang menyengat. Mulanya baunya seperti pete atau jengkol.
Bahkan ia sendiri dan warga sempat mengira ada yang menggelar syukuran dan memasak pete.
"Tapi lama kelamaan baunya semakin nyengat, seperti LPG bocor, dan warga langsung mengira bahwa penyebabnya adalah truk yang membuang cairan ke sungai itu. Warga langsung ke sana mencegah agar cairan limbah itu tidak terus dibuang ke sungai.
Ia lalu kembali ke lokasi rusun pukul 21.00 dan di lokasi sudah ramai. Warga mulai mendatangi truk tersebut sekitar pukul 21.00 WIB.
Di sana tampak ada beberapa orang, termasuk yang menjaga portal.
"Warga lalu melarang sopir truk untuk melanjutkan kegiatan pembuangan. Kami sempat dinego, karena banyak yang pingsan sempat meminta kompensasi kesehatan. Kami takut kalau nanti ada apa-apa, gasnya seperti racun. Tapi kata mereka masih dalam pengajuan," ucap Aulia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/romokalisari_20170714_125451.jpg)