Kamis, 30 April 2026

Reportase dari China

Merasakan Serunya 2 Lebaran di Wuhan China

ah serasa di Indonesia saat merayakan perbedan dua hari Lebaran .. pun di Wuhan, China ini .. alhamdulillah semua berjalan lancar dan unik ..

Tayang:
Editor: Tri Hatma Ningsih
yogi bagus adhimas/citizen reporter
Saling peluk usai salat Ied di Masjid Jiang An Hankou, Wuhan, China 

Reportase Yogi Bagus Adhimas
Mahasiswa S2 Central China Normal University, Jurusan Pendidikan Bahasa Mandarin

DI Wuhan, pada Sabtu (24/6/2017) itu, umat muslim, termasuk mahasiswa dari Indonesia, dibekap ragu dalam penentuan jatuhnya hari raya Idul Fitri, terkait perbedaan pendapat antara pemerintah Indonesia dengan Tiongkok. Umat Islam Indonesia menetapkan hari raya jatuh pada Minggu, 25 Juni 2017, tetapi Pemerintah Tiongkok mengumumkan hari Minggu masih puasa sehingga hari raya jatuh pada Senin, 26 Juni 2017.

“Saya masih bingung mau lebaran besuk (25/6) atau lusa (26/6),” ujar Imam Zarkachi, mahasiswa di Central China Normal University (CCNU), Wuhan.

Beberapa informasi beredar dalam media sosial, seperti wechat rata-rata berisi bahwa Minggu (25/6/2017) adalah hari raya Idul Fitri.

Ihwal perbedaan tersebut timbul dua macam cara dalam pelaksanaan hari raya Idul Fitri. Pertama, Minggu tanggal 25 Juni 2017 akan tetap ada masjid yang mengadakan salat Idul Fitri namun hanya foreigners yang mengikutinya.

Sedangkan muslim pribumi Tiongkok tidak ada yang mengikutinya. Kedua, pada Senin, 26 Juni 2017, akan ada kembali kegiatan salat Idul Fitri sesuai peraturan pemerintah Tiongkok yang boleh diikuti oleh seluruh umat muslim yang ada di Tiongkok.

Hal ini disebabkan karena peraturan pemerintah tidak boleh dilanggar, apabila dilanggar izin masjid yang melanggar akan mendapat sanksi. Salah satu masjid yang mengadakan salat Idul Fitri pada hari Minggu, 25 Juni 2017 adalah masjid Jiang An Hankou, Wuhan, China.

Suasana masjid tak semeriah di Indonesia, lantunan takbir hanya bisa terdengar seluas area masjid saja. Salat Idul Fitri di Masjid Jiang An, Wuhan di Imami oleh orang berkebangsaaan Arab. Saat prosesi khutbah, khatib menggunakan bahasa Arab dan bahasa Inggris.

Pukul 10 waktu setempat salat dan khutbah Idul Fitri ditutup dengan saling bersalaman, bermaaf-maafan dan tidak lupa saling berfoto.

Sekeluarnya dari dalam masjid para jamaah disambut oleh para umat muslim Tiongkok selaku pengurus masjid. Mereka telah mempersiapkan makanan kecil yang dibagikan secara cuma-cuma untuk para jamaah.

Terdapat sanjiao yaitu makanan berbentuk segitiga yang didalamnya berisi adonan gula dan wijen, terdapat juga tianyouxiang, sejenis roti panggang, adapula buah semangka dan air minum.

Terlihat juga beberapa jamaah luar negeri yang membantu pengurus masjid mempersiapkan hidangan kecil tersebut.

Halaman masjid penuh umat muslim yang sedang bergembira menikmati hari kemenangan. Semua tak menghiraukan warna kulit, dari mana asal negara, bagaimana cara salatnya, semuanya merasa satu yaitu umat Islam, dan semuanya saling bersaudara.

Selamat hari raya Idul Fitri 1438, mohon maaf lahir dan batin.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved