YouGen
Lupa Bawa Dompet, Utang Makan dan Ditilang Polisi
Adapun definisi lupa adalah hilangnya kemampuan untuk menyebut atau memproduksi kembali apa-apa yang sebelumnya telah dipelajari.
Penulis: Sudharma Adi | Editor: Parmin
SURYA.co.id | SURABAYA - Lupa adalah hal yang lumrah terjadi pada semua orang, baik yang masih kecil
hingga sudah tua. Lupa tak memandang apakah dia miskin atau kaya, siapapun bisa mengalaminya.
Adapun definisi lupa adalah hilangnya kemampuan untuk menyebut atau
memproduksi kembali apa-apa yang sebelumnya telah dipelajari.
Sedangkan Muhibbinsyah (1996) dalam bukunya yang berjudul psikologi pendidikan,
mengartikan lupa sebagai hilangnya kemampuan untuk menyebut kembali atau
memproduksi kembali apa-apa yang sebelumnya telah kita pelajari secara
sederhana.
Lupa bisa terjadi pada banyak momen dan sering menyebabkan kerugian pada
orang itu.
Satu hal yang menjengkelkan dari lupa adalah ketika ada barang yang ketinggalan, yakni dompet. Benda penting yang dibutuhkan orang, namun malah
bikin jengkel dan malu ketika tak ada di tangan.
Pengalaman ketinggalan dompet karena lupa ini dialami Felicia Christabella.
Perempuan yang lahir pada 17 Oktober 1996 ini sering lupa pada barang kecil, contohnya pada dompet. Karena lupa, dia sering lupa membawa dompet ke sekolah atau belanja, sehingga harus ngutang uang ke temannya. Sudah begitu, dia harus ditilang polisi karena tak membawa SIM.
Perempuan yang akrab disapa Feli ini bercerita, ada dua kejadian memalukan yang dialaminya karena ketinggalan membawa dompet.
Kejadian pertama dialami empat tahun lalu, dimana dia masih sekolah di SMAK Santa Maria. Sekitar Februari 2013 silam, Feli terburu-buru berangkat ke sekolah karena hampir terlambat masuk.
“Saat itu saya tidur kemalaman, sehingga bangun jam 06.30 WIB. Tak mau terlambat masuk sekolah pada pukul 07.00, saya hanya ingat membawa buku dan tas saja. Sedangkan dompet saya ketinggalan di meja kamar,” ujar perempuan kelahiran Samarinda ini.
Tak menyadari dompetnya ketinggalan, dia melajukan mobilnya dari apartemen di Puncak Permai ke sekolahnya di Jl Raya Darmo. Setelah masuk sekolah dan mengikuti pelajaran, sekitar pukul 09.00 WIB, ada jam istirahat.
Karena lapar, Feli dan temannya bergegas ke kantin sekolah untuk sarapan. Namun dia jadi bingung ketika akan membayar makanan, karena dompetnya ketinggalan di rumah.
“Karena sudah lapar dan tak ada uang, ya saya utang uang Rp 20 ribu ke teman. Untungnya teman saya mau diutangi,” tutur perempuan yang kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Petra ini.
Kesialan Feli karena lupa bawa dompet tak hanya itu saja. Setelah pulang sekolah sekira pukul 14.30 WIB, dia dicegat polisi karena salah mengambil jalur di perempatan bundaran satelit. Polisi lalu menanyakan kelengkapan surat kendaraan,dan dia hanya bisa menunjukkan STNK saja.
Sedangkan SIM tak ada karena ada dalam dompet yang ketinggalan itu. Praktis, polisi lalu memberikan secarik surat tilang padanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/felicia-christabella_20170619_184243.jpg)