Ekonomi Bisnis
Begini Terobosan PT Trias Sentosa untuk Menaikkan Nilai Tambah Produknya
Kerja sama yang dilakukan tersebut lebih cenderung kepada proyek nirlaba, dimana sebagai wujud kontribusi perseroan dalam usaha mengurangi sampah dan
Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Musahadah
SURYA.co.id I SURABAYA - Ketatnya persaingan di industri plastik membuat produsen film plastik PT Trias Sentosa Tbk (TRST) meningkatkan produk yang bisa memberikan nilai tambah (added value).
Salah satunya melalui kerjasama dengan perusahaan multinasional untuk mengolah limbah kemasannya menjadi bijih plastik.
Presiden Direktur Trias Sentosa, Sugeng Kurniawan mengatakan, kerja sama yang dilakukan tersebut lebih cenderung kepada proyek nirlaba, dimana sebagai wujud kontribusi perseroan dalam usaha mengurangi sampah dan pelestarian lingkungan hidup.
"Perusahaan multinasional yang notabene cukup concern dalam hal lingkungan ini mungkin melihat perseroan sudah berpengalaman di bidang pengolahan plastik dan film. Jadi mereka memercayakan pilot plant ini kepada kami," kata Sugeng, usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUST) perseroan di Surabaya, pekan lalu.
Dalam kerjasama itu, PT Trias dipercaya untuk mengolah limbah sampah plastik menjadi butiran plastik yang akan dimanfaatkan sebagai pendukung bahan baku plastik kemasan produk perseroan.
"Untuk investasi mereka yang melakukan, kami hanya mengolah limbah plastik. Mungkin nantinya hasil produksi ini akan diserap untuk produk kemasan plastik produknya," jelas Sugeng yang menyebut pilot plant tersebut akan mulai beroperasi pada kuartal I tahun 2018.
Namun dia menegaskan jika langkah perseroan ini bukan ditujukan untuk memperkuat bisnis inti, namun lebih kepada dukungan corporate social responsibility (CSR).
Selain membidik kegiatan pengolahan limbah plastik kemasan, perseroan tahun ini juga terus menggenjot produk added value, melalui penambahan mesin produksi untuk produk metallizer yang mulai beroperasi tahun ini dengan investasi sebesar Rp 50 miliar.
Langkah ini dilakukan sebagai strategi perseroan di tengah ketatnya persaingan di pasar karena besarnya supply dibanding demand.
"Tahun depan, kami juga merencanakan menambah kapasitas produksi hingga 3 line produksi dengan kapasitas sebesar 2.000-2.500 ton per tahun untuk satu line produksi," lanjut Sugeng.
Setelah kapasitas bertambah, pihaknya juga terus memperluas penetrasi pasar ekspor khususnya ke kawasan Asia selain Jepang.
Jika sebelumnya komposisi penjualan ekspor perseroan sekitar 40 persen nantinya ditingkatkan menjadi 44 persen.
"Tahun lalu yang tumbuh adalah penjualan di kawasan Australia, Eropa, dan Jepang. Pasar di Jepang sangat kuat, bahkan saat ini memberikan kontribusi sekitar 4 persen dari total penjualan perseroan," ungkap Sugeng.
Sementara itu sepanjang tahun 2016, perseroan mencatat penjualan bersih sebesar Rp 2,249 triliun.
Angka ini turun 8,5 persen dibandingkan penjualan bersih tahun sebelumnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/surabaya/foto/bank/originals/pt-trias_20170618_140447.jpg)