Minggu, 12 April 2026

Sambang Kampung

Dimulai dari Sanggar, Warga Kedungdoro ingin Bangun Kampung Kota Lama

Warga di kampung RT 2/RW 11 Kedungdoro di Surabaya punya tekad kuat untuk membangun citra sebagai kampung Kota Lama. Begini cara mereka...

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/Ahmad Zaimul Haq
Sanggar Teras Warna di RT 2 RW 11 kelurahan Kedungdoro Kecamatan Tegalsari juga dilengkapi taman baca. Melalui sanggar itu kumpulan anak muda di RT itu, mencoba menggagas kampung Lama Surabaya. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Membangun kampung untuk membentuk identitas baru tidak semudah membalik telapak tangan. Itu pula yang dirasakan warga RT 2/RW 11, Kelurahan Kedungdoro, Kecamatan Tegalsari, Surabaya. 

Sejak tahun lalu, mereka bertekad membangun identitas sebagai Kampung Kota Lama Surabaya. Saat ini usaha mereka masih terus ber-progress. Salah satu modalnya, dengan mendirikan Sanggar Teras Warna.

Melalui sanggar yang sudah didirikan sejak 2014 ini, kumpulan anak muda di RT ini mencoba mengagas kampung Kota Lama Surabaya.

Sejumlah kegiatan digagas untuk menguatkan identitas baru kampung ini.

"Kami masih baru pengenalan dengan mengadakan kegiatan-kegiatan bersifat tematik," ucap Pendiri Sanggar Teras Warna, Faizal Rachman Yonaf, Kamis (8/6/2017).

Dari seabrek kegiatan itu, salah satunya menggelar festival Kota Lama. Dalam festival ini, mereka mengumpulkan warga untuk mengadakan yang berbeda dari bazar pada umumnya.

"Yang dijual dalam bazar, makanan lawas seperti gethuk, polo pendem, blendung, dan aneka kuliner jajanan lawas. Warga sini yang bikin dan langsung habis semua," ucap Faizal.

Menurutnya, ramainya bazar itu mencerminkan bahwa sejatinya jajanan lawas dirindukan masyarakat. Namun, lantaran termakan zaman, akhirnya banyak ditinggal dan yang membuatpun jarang.

Tidak hanya menggagas bazar, mereka juga menggelar teater dolanan lawas.

Tak ada panggung mewah di teater ini, melainkan hanya gang kampung selebar dua meter yang jadi panggung, tempat 25 anak-anak kampung untuk dolanan tradisional.

"Banyak warga yang penasaran, bahkan warga kampung lain kaget, ini ada apa. Kami mulai mengenalkan dolanan tradisional yang ditinggalkan anak-anak saat ini," papar Faizal.

Faizal menuturkan, warga RT setempat bersama RW juga dikumpulkan untuk menguatkan kampung ini, namun diupayakan untuk penataan kampung dulu.

"Masih dikonsep detail mengubah fisik kampung. Inginnya seperti Kampung Murup dan terintegrasi. Namun masih bertahap," ulasnya.

Cari Modal

Hal senada disampaikan Kipawan, Sie Pembangunan RW 11 Kelurahan Kedungdoro. Ia menyebutkan, warga sangat mendukung.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved