VIDEO - Menari, Ujian Kenaikan Kelas Ala SMPK Pamerdi
Ujian kenaikan kelas umumnya menegangkan. Tetapi di sekolah ini, ujian kenaikan kelas dilakukan dengan tarian. Kok bisa? Ini caranya...
Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id | MALANG - Siswa kelas 7 dan 8 SMP Kristen Pamerdi yang berada di Desa Kebonagung, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang unjuk kebolehan menari di pendopo Dewan Kesenian Malang ( DKM), Selasa (6/6/2017).
Untuk aksi mereka, dipasang panggung kecil dari papan dan ada iringan musik. Mereka tampil per kelompok antara empat sampai lima orang.
"Untuk memacu anak-anak mencintai Indonesia dan cinta Pancasila, maka diadakan proyek tari. Belajar menari merupakan salah satu wujud cinta Indonesia," jelas Wahyu Kris Aries Wardana, Kepal SMP Kristen Pamerdi kepada Surya.co.id
Selain menari, mereka juga menulis makalah dan mempresentasikan kaitan tari dengan SBK ( Seni Budaya dan Keterampilan) dengan tujuh mapel lainnya.
Misalkan soal perubahan sosial bisa dikaitkan dengan mapel IPS, nilai-nilai Pancasila dan agama. Untuk itu, siswa akan mempresentasikan dalam tiga bahasa yaitu Indonesia, Inggris dan Jawa.
"Untuk aksesoris, anak-anak berkreasi sendiri," tambahnya.
Veronica Ayuningtyas, siswa kelas 8 menari kelompok bersama tiga temannya yaitu Novita, Debi dan Dewina. Mereka menari Ongkek Manis dari Surabaya, Jatim. "Tari ini tentang penyambutan dewi. Ada gerakan tarinya yang kita inovasi," kata Veronica.
Kesulitan menari kelompok apalagi harus membuat inovasi adalah memadukan pendapat anggota kelompok. Namun kendala itu bisa diatasi karena bisa menari dengan sepenuh hati.