Rabu, 8 April 2026

Pesona Ramadhan

VIDEO - Jejak Kejayaan Islam di Pantai Boom

Pantai Boom adalah pelabuhan kuno di sebelah utara Alun-alun Tuban yang di masa silam menjadi saksi kejayaan Islam. Seperti apa kondisinya? Yuk kesana

Penulis: M Taufik | Editor: Eben Haezer Panca

SURYA.co.id | TUBAN - Pelabuhan kuno yang berada di sebelah utara Alun-alun Tuban ini sudah disulap sedemikian rupa oleh pemerintah setempat. Namun, beberapa kisah tentang kejayaan islam di dermaga itu masih terlihat sangat kental, terutama jejak penyebaran agama Islam yang dilakukan oleh para wali.

Dikisahkan, Boom merupakan salah satu dermaga tertua di Pulau Jawa yang pada tahun 1275 dijadikan tempat ekspedisi penaklukan Malayu oleh Kerajaan Singasari. Kemudian pada tahun 1293 dipakai pendaratan pasukan Tar Tar untuk menghukum Singosari.

Kemudian di tahun 1293, pelabuhan ini dinobatkan sebagai Pelabuhan Niaga Internasional setelah Raden Wijaya dinobatkan sebagai Raja Majapahit, dan kemudian menganugerahi Raden Arya Ranggalawe gelar Amanca Negara dan Adipati Dataran.

Selain sebagai tempat sandar saudagar dari berbagai daerah menuju Pulau Jawa dan sebaliknya, pelabuhan ini juga terkenal sebagai salah satu pusat penyeberan agama Islam. Para saudagar yang berdagang sambil menyebarkan Islam, serta para wali, banyak memanfaatkan derma di pusat Kota Tuban tersebut.

“Abad ke-15, pada kejayaan Majapahit, Pelabuhan Tuban juga menjadi pintu masuk penyebaran Agama Islam di Jawa,” demikian tulisan dalam sebuah prasasti yang ada di Pantai Boom.

Di sana, juga ada satu hal unik yang banyak dikenal masyarakat. Yakni dua sumber air tawar di pelabuhan yang biasa dikenal dengan nama Tirtha Jaladhi (sumber air tawar di laut).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved