VIDEO - Mahasiswa Ubaya Ciptakan Tepung dari Batang Buah Naga. Rasanya Mirip Greentea
Mahasiwsi Ubaya berhasil menciptakan tepung yang dibuat dari batang buah naga. katanya, rasanya mirip Green Tea.
Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Eben Haezer Panca
SURYA.co.id | SURABAYA - Siapa sangka, batang Buah Naga yang sering jadi limbah, kini bisa bermanfaat menjadi tepung kaya vitamin C, antioksidan dan serat.
Hal ini dibuktikan oleh Chriselda Catya Sudono, mahasiswa Peminatan Pangan Jurusan Biologi Fakultas Teknobiologi, Universitas Surabaya.
Mahasiswi yang akrab dipanggil Yaya ini melakukan penelitian bermula dari keluhan petani di perkebunan buah naga di Banyuwangi.
Saat itu mereka mengaku batang buah naga menjadi salah satu limbah yang susah diolah kembali.
"Setiap kali berbuah, batang buah naga harus dipotong. Supaya ada batang baru, karena buah naga itu keluar langsung dari batangnya. Tingginya kandungan air dari batang buah naga, membuat umur simpannya sangat pendek atau mudah busuk. Jadi setiap kali panen banyak sekali batang yang dipotong, akhirnya jadi limbah," tuturnya, Minggu (4/6/2017).
Dari situlah Yaya mencoba untuk meneliti kandungan gizi batang buah naga. Dengan harapan bisa bermanfaat sebagai campuran bahan dasar pembuatan produk pangan.
Kurang lebih satu tahun, Yaya melakukan proses penelitian. Dia lalu menemukan bahwa kandungan batang buah naga kaya akan antioksidan, vitamin C, antimikroba dan kaya serat.
Berdasarkan penemuan tersebut, Yaya bekersama dengan salah satu industri di Jawa Timur untuk mengolah batang buah naga menjadi tepung.
Mahasiswi asal Madiun ini menjelaskan untuk bisa jadi tepung, batang buah naga terlebih dahulu harus melalui proses pencucian. Kemudian batang buah naga disayat tipis-tipis dan dikeringkan dalam oven selama satu hari dengan suhu 60°C.
Menurutnya hal ini dilakukan untuk membuang semua kandungan air yang ada dalam batang buah naga.
Batang buah naga yang sudah kering kemudian diblender hingga halus menjadi tepung. Setelah diblender, tepung diayak untuk memisahkan tepung dari kotoran dan bagian yang kasar.
"Saya memanfaatkan seluruh bagian dari batang buah naga termasuk kulitnya untuk diolah menjadi tepung yang diharapkan dapat memiliki umur simpan lebih lama," jelas mahasiswa semester 8 ini.
Yaya menjelaskan dalam penelitiannya 4 kg batang buah naga bisa menjadi 400 gram tepung. Tepung batang buah naga ini bisa bermanfaat sebagai campuran pembuatan produk makanan. Seperti cookies, agar-agar, mie, yoghurt dan cake.
"Untuk membuat cookies, tepung batang buah naga bisa mensubstitusi tepung terigu hingga 25 persen dan memberikan rasa yang khas pada produk. Banyak yang bilang aroma dan rasanya mirip dengan greentea," katanya meyakinkan.
Ardhia Deasy Rosita Dewi, S.TP., M.Sc., selaku dosen pembimbing Yaya menuturkan inovasi pangan ini menjasi salah satu inovasi yang cukup bagus. Mengingat menampilkan nilai fungsional dari limbah batang buah naga.
"Saya harap tepung batang naga ini dapat diproduksi dalam skala besar sehingga mengurangi permasalahan limbah khususnya batang buah naga dan diharapkan, penelitian ini bisa mendorong atau menginspirasi pemanfaatan limbah pertanian di Indonesia menjadi produk baru yang lebih memiliki nilai baik dari segi nutrisi maupun ekonomi," tegasnya.